Breaking News:

Cerita Mahfud MD saat Momen Jokowi Curhat: Bagaimana Itu Kasus Novel Baswedan? Saya Loh yang Dibully

Mahfud MD menceritakan, saat itu Presiden Jokowi melontakan pertanyaan kepada dirinya terkait kasus Novel Baswedan.

tribun jatim/kuswanto ferdian
Menko Polhukam, Mahfud MD 

"Saya bilang iya Pak nanti saya tanya, itu ada alasan hukum yang tentu diajukan oleh jaksa," ucapnya.

Mahfud MD juga mengungkapkan, Jokowi menanyakan kemungkinan vonis hakim dapat lebih berat dari tuntutan jaksa.

Mahfud MD pun menjawab, vonis lebih berat dari tuntutan sering terjadi, seperti yang biasa dijatuhkan oleh hakim Artidjo Alkostar.

"Kalau dibilang tak ditemukan unsur pidana, justru dari yang bilang itu harus dicari, mungkin di situ unsur mafianya bisa diurai."

Per Sabtu 18 Juli 2020 Angka Pasien Sembuh & Positif di Denpasar Fluktuatif: Sembuh 31, Bertambah 25

Joe Biden Terima Laporan Intelijen soal Rusia Pengaruhi Pilpres Amerika Serikat 2020

Ini Penyebab Pemkot Denpasar & Desa Adat Mengeluarkan Larangan Bermain Layang-layang di Padang Galak

"Karena tak sulit menemukan unsur pidana kalau sudah terjadi hal yang seperti itu," jelas Mahfud MD.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menjatuhkan vonis kepada kedua terdakwa penganiaya Novel Baswedan.

Sidang beragenda pembacaan putusan digelar di ruang sidang PN Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020), selama sekitar 8 jam.

Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette, penyiram air keras kepada Novel Baswedan, divonis 2 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa selama 2 tahun,” kata ketua majelis hakim Djuyamto saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

Rahmat Kadir terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terencana kepada Novel Baswedan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved