Breaking News:

Kisah Lubarto, Orang Rusia asal Banyumas

Kondisi Indonesia saat itu memang lagi kacau. Mereka takut pulang karena banyak yang langsung dipenjara dan bahkan terbunuh.

Editor: Kander Turnip
Istimewa/Kedubes RI untuk Rusia dan Belarus
Dubes RI untuk Rusia dan Belarus M Wahid Supriyadi (kanan) bersama Lyubarto Sartoyo, anak Sartoyo, dalam sebuah kesempatan, baru-baru ini. 

Kisah Lubarto, Orang Rusia asal Banyumas

Oleh:

M Wahid Supriyadi *

NAMANYA Lubarto Sartoyo, perawakannya kecil untuk ukuran orang Rusia.

Walaupun bapaknya asli Indonesia, namun Lubarto belum pernah ke Indonesia.

Ayahnya, Sartoyo, adalah mahasiswa eks ikatan dinas, atau oleh Pemerintah Orde Baru disebut eks Mahid, asal dari daerah Banyumas yang datang ke Rusia pada 1961 dan belajar ilmu hukum di Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University) yang sebelumnya dikenal dengan nama Universitas Patrice Lumumba.

Terakhir Sartoyo berprofesi sebagai lawyer.

Sampai sekarang tidak ada angka pasti, berapa jumlah mahasiwa Indonesia yang dikirim oleh Bung Karno ke Uni Soviet untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di negara itu.

Beberapa sumber eks Mahid menyebutkan jumlahnya sekitar 2 ribu orang, termasuk anggota/kader Partai Komunis Indonesia (PKI) dan organisasi buruh yang berafiliasi ke PKI.

Sekitar 1.000 yang benar-benar mahasiwa, dan sebagian besar mereka belajar teknik permesinan, kedirgantaraan, nuklir, teknologi nano dan lain-lain. Selebihnya ada yang belajar hukum, ekonomi dan sastra.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved