Breaking News:

Tiga Hari Dirawat, Nyoman Meninggal karena Covid

Nyoman jarang keluar rumah karena sejak dua tahun terakhir memiliki penyakit pneumonia, dan sering mengeluh sesak napas.

tribun bali/ fredy mercuri
Jenazah Nyoman dikremasi setelah meninggal karena Covid, Minggu (19/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jumlah kematian warga Bangli yang positif Covid- 19 bertambah.

Seorang warga dari Banjar Undisan Kelod, Desa Undisan, Tembuku meninggal dunia.

Jenazah wanita 80 tahun itu tiba di krematorium Bebalang pada pukul 17.00 Wita, Minggu (19/7/2020) dan langsung dilakukan upacara.

Prosesi dilakukan terbatas, terdiri dari lima anggota keluarga, lima polisi, dan lima petugas krematorium.

Anggota keluarga bernama I Wayan Gunawan mengatakan, Ni Nyoman U sejatinya jarang keluar rumah.

Hal ini lantaran sejak dua tahun terakhir memiliki penyakit pneumonia, dan sering mengeluh sesak napas.

“Keluar rumah, hanya sekitar pekarangan saja. Biasanya ada saja keluarga ataupun kerabat yang ke rumah membawakan makan,” ucapnya.

Pada 14 Juli, Nyoman sempat dibawa berobat ke salah satu dokter dengan keluhan sesak napas dan batuk.

Suhu tubuh meningkat dan terdapat pembengkakan pada leher sebelah kiri.

“Akhirnya tanggal 16 (Juli) keluarga berinisiatif untuk membawa berobat ke RS Ari Canti, Gianyar,” tuturnya.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengatakan, pasien tes swab pada 17 Juli, dua hari berikutnya, 19 Juli hasilnya diketahui positif kemudian meninggal.

Dengan begitu, sudah dua orang meninggal dunia di Bangli karena Covid- 19. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved