Bea Cukai Ngurah Rai Musnahkan Ratusan Jenis BMN Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Total barang yang dimusnahkan berjumlah 481 kelompok barang dengan perkiraan nilai keseluruhan barang mencapai Rp 149.862.000.

Foto istimewa kiriman Humas Bea Cukai Ngurah Rai
Bea Cukai Ngurah Rai gelar pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) bernilai ratusan juta rupiah di lapangan parkir Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Rabu, (22/72020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA ― Bea Cukai Ngurah Rai gelar pemusnahan Barang Milik Negara (BMN)  bernilai ratusan juta rupiah. 

Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, pemusnahan BMN dilakukan Rabu, (22/72020) di lapangan parkir Kantor Bea Cukai Ngurah Rai

Total barang yang dimusnahkan berjumlah 481 kelompok barang dengan perkiraan nilai keseluruhan barang mencapai Rp 149.862.000.

Barang-barang yang dimusnahkan tersebut antara lain berupa obat-obatan, alat kesehatan, pakaian bekas, sampai alat kosmetik yang diimpor melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai namun tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya.

Desa Wisata Blimbingsari di Jembrana yang Berbasis Digital Diresmikan

Peneliti Unpad Sebut Vaksin Covid-19 dari China Aman Disuntikkan ke Manusia

Potensi Gangguan Akibat Layangan, PLN Catat Paling Banyak Ada di Bali Selatan

“Pada hari ini, Bea Cukai Ngurah Rai dengan disaksikan para tamu undangan, memusnahkan Barang Milik Negara yang berasal dari barang yang tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya yaitu pemenuhan ketentuan larangan dan/atau pembatasan yang dimasukkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai baik itu menggunakan kargo pesawat maupun barang bawaan penumpang” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono.

Himawan menambahkan bahwa kegiatan pemusnahan BMN ini dilaksanakan selain untuk menjalankan ketentuan, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Bea Cukai Ngurah Rai kepada masyarakat atas barang-barang yang disita.

“Kegiatan ini dilakukan selain dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 178 tahun 2019, juga sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kami atas kegiatan penegahan yang dilakukan Bea Cukai, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa barang-barang yang kami sita, telah ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan” tutur Himawan.

Barang yang menjadi milik negara menurut Peraturan Menteri Keuangan nomor 178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuassai, Barang Yang Dikuasai Negara, dan Barang Yang Menjadi Milik Negara adalah yang berasal dari:

A. Barang yang dinyatakan tidak dikuasai yang merupakan barang yang dilarang untuk diekspor atau diimpor;

B. barang yang dinyatakan tidak dikuasai yang merupakan barang yang dibatasi untuk diekspor atau diimpor dan tidak diselesaikan oleh pemiliknya dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari terhitung sejak disimpan di TPP;

C. barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berasal dari tindak pidana yang pelakunya tidak dikenal;

D. barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean oleh pemilik yang tidak dikenal dan tidak diselesaikan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak disimpan di TPP; 

E. barang yang dikuasai negara yang merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor; atau

Kejari Denpasar Mudahkan Pelanggar, Bisa Bayar dan Ambil Bukti Tilang via Gojek

Jembrana Catat 179 Kasus DBD Selama Pandemi Covid-19

Terungkap, Ini Pihak yang Hapus Nama Djoko Tjandra dari Red Notice

 F. barang dan/atau sarana pengangkut yang berdasarkan putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan dirampas untuk negara.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved