Breaking News:

Corona di Bali

Belajar di Rumah dan Bayar SPP Penuh, Orangtua Siswa Swasta di Denpasar Mulai Mengeluh

Walaupun belajar di rumah, namun pembayaran SPP SMP swasta di Kota Denpasar tetap penuh

Foto ilustrasi anak belajar di rumah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Walaupun belajar di rumah, namun pembayaran SPP SMP swasta di Kota Denpasar tetap penuh.

Hal tersebut membuat orangtua siswa yang bersekolah di SMP swasta di Kota Denpasar mulai mengeluh.

Mereka mengeluhkan tidak ada potongan yang diberikan pihak sekolah padahal siswanya belajar di rumah.

Salah satu orangtua siswa, I Gede Surya, Rabu (22/7/2020) petang, mengatakan dirinya dan orangtua siswa lainnya merasa diberatkan dengan adanya metode belajar di rumah menggunakan jaringan.

Yang lebih memberatkan, belajar di rumah bukannya meringankan beban dari segi biaya, melainkan menambah biaya dan beban orangtua yang seharusnya bisa bekerja, bahkan SPP harus dibayar penuh.

"Kalau untuk biaya, ini bertambah. Harus beli kuota, punya HP minimal Android, selain itu yang paling berat harus membayar SPP setiap bulan tanpa ada potongan," kata Surya yang anaknya bersekolah di salah satu SMP Swasta di Denpasar.

PSSI Dapat Restu Satgas Covid-19 Selenggarakan Kompetisi, Suporter Diminta Saksikan Liga 1 & 2 di TV

DTW Alas Kedaton Gratiskan Tiket Masuk dan Tambah 2 Wahana Baru

Surya berharap setidaknya pihak sekolah bisa memberikan keringanan kepada orangtua siswa dengan memberikan potongan uang SPP untuk digunakan pembelian kuota.

Karena menurutnya, selama ini uang SPP digunakan untuk operasional sekolah dan membayar gaji guru honorer.

"Dengan belajar di rumah seperti ini kan tidak penuh siswa dapat pembelajaran. Jadi harusnya ada keringanan bagi kami yang kena imbas Covid-19," katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved