Breaking News:

Corona di Indonesia

Pemerintah Terus Berupaya Pulihkan Sektor Transportasi di Masa Pandemi Covid-19

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Pemerintah terus berupaya memulihkan sektor transportasi

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal keberangkatan domestik dan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali, Jumat (8/2/2019), yang masih ramai diminati wisatawan untuk ke Bali maupun meninggalkan Bali menggunakan transportasi udara. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Pemerintah terus berupaya memulihkan sektor transportasi yang mengalami tekanan di masa Pandemi Covid-19

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan keynote speech pada acara diskusi virtual ‘Transportasi Publik dan Geliat ekonomi pada masa Pandemi’, di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

“Saat ini kami terus mencari rumusan kebijakan yang pas yang memperhatikan keseimbangan antara dua pihak, yaitu konsumen dan perusahaan transportasi,” imbuh Menhub Budi Karya.

Bagaimana konsumen bisa bertransportasi dengan aman dan sehat, dan bagaimana perusahaan transportasi dapat tetap bertahan dan beroperasi di masa pandemi ini dengan sejumlah aturan protokol kesehatan seperti pembatasan kapasitas penumpang, dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, Menhub mengungkapkan sejumlah kondisi, tantangan, peluang yang terjadi di sektor transportasi pada masa pandemi.

Misalnya, di sektor perhubungan udara secara global sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, termasuk Indonesia, dimana jumlah penumpang pesawat menurun tajam sejak triwulan pertama 2020. 

Kemudian, Juli 2020 performanya mulai meningkat dengan pergerakan pesawat meningkat 42 persen, setelah dilakukan sejumlah upaya-upaya bersama antar stakeholder penerbangan dan juga dengan pihak terkait seperti Kemenkes dan Gugus Tugas.

Di antaranya seperti penambahan kapasitas maksimal penumpang pesawat menjadi 70 persen, perpanjangan masa berlaku rapid test/pcr tes dari 3 hari menjadi 14 hari, pengisian Health Alert Card secara online, dan lain-lain.

Namun demikian, kondisi sebaliknya terjadi di transportasi perkotaan seperti KRL Jabodetabek, dimana minat penumpang tetap tinggi walaupun pengendalian transportasi melalui penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan, seperti pembatasan kapasitas maksimal penumpang dalam satu gerbong, dan sebagainya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved