Breaking News:

Tebing Pura Luhur Uluwatu Batal Dijarit, Bendesa Adat Pecatu Batasi Pemedek ke Utama Mandala 

Dibatalkannya proyek penguatan tebing Pura Luhur Uluwatu menimbulkan kekhawatiran masyarakat

Dok Badung
Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Dibatalkannya proyek penguatan tebing Pura Luhur Uluwatu, di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Kendati demikian, pihak desa adat tetap mengurangi beban tebing dengan meminimalisir pemendek sembahyang ke utamaning mandala.

Hal itu dikatakan Bendesa Adat pecatu I Made Sumerta saat ditemui, Rabu (22/7/2020).

“Iya memang, rencananya ada penataan penguatan tebing di Pura Luhur Uluwatu dengan anggaran sebesar Rp 29,5 miliar. Bahkan rencana itu sudah bergulir dari tahun 2 tahun yang lalu atau tahun 2018,” katanya

Pihaknya pun enggan mengatakan jika proyek itu dibatalkan.

“Proyek itu ditunda, tidak dibatalkan. Semua ini akibat adanya refocusing anggaran,” jelas Sumerta yang juga anggota DPRD Kabupaten Badung itu.

Sebagai Bendesa Adat Pecatu, pihaknya pun memaklumi kebijakan pemerintah Kabupaten Badung.

Meski kini proyek tebing tersebut bukan merupakan proyek prioritas, pihaknya mengaku tidak masalah.

“Tidak diprioritaskan, mungkin sudah ada kajian dari sudut pandang mana dinilai, kan begitu,” ungkapnya.

“Kami khusus di wilayah Desa Adat Pecatu tidak masalah jika itu ditunda,” sambungnya.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved