Breaking News:

Buronan Interpol Ditangkap

Selama di Bali, Buronan Interpol Ini Produksi Film Porno dan Jual Alat Bantu Seks

selama di Bali, Beam memproduksi film porno pribadi dengan tim wanitanya yang kemudian ia jual untuk biaya hidup selama di Bali.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Tersangka Beam Marcus Elliott warganegara Amerika dihadirkan saat Konferensi pers penangkapan DPO Interpol di Mapolda Bali, Denpasar, Jumat (24/7/2020). Dia melakukan kasus Penipuan investasi kurang lebih sebesar $500.000,- di Amerika 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satgas CTOC Polda Bali bersama dengan Ditreskrimum Polda Bali berhasil menangkap buronan interpol asal Amerika Serikat, Kamis (23/7/2020) di sebuah villa yang ada di Kabupaten Badung, Bali.

Buronan atas nama Beam Marcus ini selama tujuh bulan tinggal di Bali sempat berpindah-pindah sebanyak enam kali.

Bahkan, selama di Bali, Beam memproduksi film porno pribadi dengan tim wanitanya yang kemudian ia jual untuk biaya hidup selama di Bali.

 Pria yang lahir di Winconsin-USA tanggal 23 Juli 1970 ini juga bisnis alat bantu seks atau seks toys selama tinggal di Bali.

BREAKING NEWS: Polda Bali Berhasil Tangkap Buronan Interpol Asal Amerika

Jadi Target Operasi, Lantas Polres Badung Akui Wilayah Abianbase Mengwi Rawan Pelanggaran Lalulintas

Sudarma Diganjar 14 Tahun Penjara karena Terlibat dalam Peredaran Sabu, Ekstasi dan Ganja

"Selama di Bali, dari bulan Januari sampai Juli, dia memproduksi film porno dan menjual alat-alat ini (alat bantu seks)," kata Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose saat mengadakan rilis pers di lobby Mapolda Bali, Jumat (24/7/2020) sore.

Terlihat sejumlah alat bantu seks tersebut telah disita polisi sebagai salah satu barang bukti.

Beam menjadi buronan interpol lantaran terlibat dalam penipuan investasi kurang lebih sebesar US$ 500.000.

Kapolda Bali, Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose menjelaskan, Informasi adanya buronan interpol ini sebelumnya diterima Polda Bali melalui surat dari Atase Kepolisian Washington DC (Atpol WDC) tentang permohonan bantuan  dalam pencarian subjek red notice dengan kasus penipuan investasi.

"Berdasarkan informasi dari Kepolisian di U.S. Marshals Service (USMS) bahwa subjek red notice tinggal di Indonesia bersama wanita," kata Kapolda Bali

Menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) bersama Ditreskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan terhadap subjek red notice tersebut di Bali dan didapat informasi bahwa subjek red notice melakukan perpindahan tempat tinggal sebanyak 6 (enam) kali di ubud dan kerobokan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved