Breaking News:

Dilantik, KAHMI Bali Perkuat Solidaritas Kebangsaan

Presidium Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) melantik kepengurusan MW KAHMI Bali periode 2020-2025

Tribun Bali/Ragil Armando
Pelantikan pengurus MW Bali dilakukan secara virtual atau melalui video conference di Denpasar, Bali, Minggu (26/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Presidium Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) melantik kepengurusan MW KAHMI Bali periode 2020-2025.

Menariknya, pelantikan tersebut dilakukan secara virtual atau video confenrece oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Sigit Pamungkas, Minggu (26/7/2020).

Proses pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung khidmat dan mendapat perhatian dari jajaran pengurus Majelis Nasional (MN), Majelis Wilayah (MW), Majelis Daerah (MD) dan para alumni HMI di seluruh Tanah Air.

Koordinator Presidium MN KAHMI Sigit Pamungkas meminta jajaran KAHMI tetap membangun soliditas sebagai sesama umat Islam serta solidaritas sebagai sesama anak bangsa serta solidaritas sebagai warga dunia.

"Tantangan kita ini sama, dan ancaman bahaya kita ini sama, kalau kita bangsa-bangsa di dunia tidak bisa mengelola Covid-19 ini dengan baik, maka yang rugi adalah umat manusia, kita di dalamnya," katanya.

Dengan apa yang dimiliki, kekuatan solidaritas, kekuatan doa bersama, kontribusi pemikiran yang diikhtiarkan di mana berada dengan kerja-kerja bersama dalam skala global.

Jika merujuk indeks negara rapuh, dari skor 1-10, Indonesia berada di peringat ke 5 atau 6, dalam posisi warning atau peringatan.

Di antara negara-negara di dunia, siapa yang berada di urutan 1-5 maka mayoritas negara berpenduduk muslim.

"Ini menjadi tantangan kita, sebagai bangsa Indonesia jangan sampai kita indeksnya atau tingkat kerawanan untuk menjadi negara gagal semakin lebar, ini tentu butuh kerja-kerja kita sebagai salah satu komponen bangsa untuk menahan penurunan kualitas kebangsaan kita," jelas dia.

Menjadi tugas bersama, mencegah terjadinya kerapuhan didalam interaksi berbangsa dan bernegara sehingga KAHMI sebagai salah satu bagian anak bangsa, tidak menjadi bagian problem kebangsaan dan umat Islam secara keseluruhan.

Halaman
12
Penulis: Ragil Armando
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved