Breaking News:

Luncurkan Buku di Tengah Pandemi Covid-19, Persma Akademika Unud Maknai Wacana Kampus Merdeka

Di tengah mencuatnya isu kampus merdeka dari Kemendikbud, Persma Akademika Unud meluncurkan buku 'Kampus Merdeka Membuka Makna'

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Dokumentasi Persma Akademika Unud
Acara bedah buku 'Kampus Merdeka Membuka Makna' yang diterbitkan Pers Mahasiswa (Persma) Akademika Universitas Udayana (Unud) di Warung Men Brayut, Denpasar, Bali, Sabtu (25/7/2020). 

"Tapi sejujurnya kondisi pandemi tidak terlalu memberikan kendala yang cukup berarti karena justru banyak waktu di rumah, banyak waktu untuk menulis dan lebih produktif lagi," kata dia.

Ia pun mengajak kawan-kawannya untuk ikut membaca buku tersebut karena berisikan refleksi dari dunia pendidikan saat ini.

Buku tersebut, kata dia, bisa menjadi sebuah diskursus dalam memaknai wacana kampus merdeka.

Sebagai pembedah buku, Akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) I Ngurah Suryawan menilai diluncurkannya buku 'Kampus Merdeka Membuka Makna' sangat kontekstual dengan isu saat ini.

Terlebih isu kampus merdeka dari Kemendikbud RI diperdebatkan oleh berbagai kalangan.

Ngurah Suryawan melihat kebijakan kampus merdeka yang dicetuskan Mendikbud Nadiem Makarim terkesan hebat.

Namun jika ditelisik, kampus merdeka tidak jauh beda dengan konsep kebijakan kampus yang lahir pada zaman orde baru.

Konsep dari kebijakan tersebut adalah menautkan antara kampus dengan industri.

Tujuan konsep itu agar kampus bisa melahirkan insan yang bisa dipekerjakan.

"Mas Menteri (Nadiem Makarim) ini kan membebaskan mahasiswa untuk bereksplorasi, maksudnya memilih kuliah, memilih praktek di tempat lain. Ternyata ujung-ujungnya adalah untuk pemenuhan industri," kata peneliti di Warmadewa Research Center (WaRC) itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved