Breaking News:

Corona di Bali

New Normal di Bali, TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Monitoring dan pengawasan penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama percepatan penanganan Covid-19, pasca diberlakukannya new normal di Bali

Penrem 163/Wira Satya
Unsur TNI, Polri hingga desa adat mengintensifkan pengawasan penerapan protokol kesehatan di ruang-ruang publik di wilayah Bali, Minggu (26/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Monitoring dan pengawasan penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan Covid-19, pasca diberlakukannya new normal di Bali.

Seperti yang dilakukan Korem 163/Wira Satya bersama 8 kodim jajaran yang  terus bahu-membahu bersama pihak kepolisian, instansi pemerintah bahkan unsur aparat desa dan desa adat.

Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia  mengatakan, peran dan tugas Korem 163/Wira Satya beserta jajaran di bawahnya dalam penerapan protokol kesehatan dikaitkan dengan tugas mendisiplinkan masyarakat semenjak penerapan new normal di Bali oleh pemerintah.

Disampaikannya, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf telah memerintahkan dan menginstruksikan seluruh jajaran untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan termasuk dalam rangka mendisiplinkan masyarakat.

"Implementasi di lapangan kami bersinergi dengan aparat kepolisian, instansi pemerintah, Satpol PP, desa dinas, desa adat termasuk pecalang sebagai unsur pengamanan tradisional, terlibat semua dalam tugas mendisiplinkan masyarakat dalam rangka penerapan protokol kesehatan," terang Kapenrem kepada Tribun Bali, Minggu (26/7/2020).

Kapenrem menjelaskan, sasaran pengawasan dan monitoring penerapan protokol kesehatan antara lain pasar tradisional, toko-toko, tempat penyelenggaraan ibadah keagamaan, dan tempat-tempat wisata yang sudah mulai dibuka termasuk fasilitas publik lainnya.

"Aparat kami mengawasi mobilitas masyarakat, seperti di pasar bagaimana perilaku antara pengunjung pasar dan pembeli, apakah sudah menggunakan masker, kemudian apakah masker sudah digunakan dengan baik, bukan turun ke dagu atau saat transaksi dilepas karena dipikir lebih leluasa untuk berbicara," katanya.

Monitoring dan pengawasan dilakukan semisal ada fasilitas publik semacam pasar atau tempat wisata, apakah sudah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan fasilitas cuci tangan dan petugas tidak bosan berteriak lewat pengeras suara menyampaikan untuk jaga jarak baik physical maupun social distancing.

Dalam beberapa kesempatan, jika aparat melihat ada warga masyarakat tidak melengkapi diri dengan masker, maka aparat sudah menyiapkan masker sekaligus mengingatkan dan mengimbau untuk membawa masker dan menjadikan masker sebagai suatu kebutuhan yang harus melekat.

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved