Breaking News:

Pemkab Klungkung Ajukan Permohonan Manfaatkan Aset Rampasan Negara di Nusa Penida

Pemkab Klungkung mengajukan permohonan terhadap aset tanah rampasan Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida

Pemkab Klungkung
Kejari Klungkung dan Pemkab Klungkung ketika meninjau tanah rampasan negara di Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Minggu (26/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung mengajukan permohonan terhadap aset tanah rampasan Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Aset tanah itu merupakan aset rampasan dari perkara korupsi, gratifikasi, dan TPPU atas terpidana mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra.

Kajari Klungkung Otto Sompotan menjelaskan, aset rampasan tersebut ada di dua lokasi, yakni di Desa Bunga Mekar seluas sekitar 90 are dan Desa Ped seluas 1,6 hektare.

"Ada dua aset rampasan di Nusa Penida yang dimohonkan oleh Pemkab Klungkung, dan saat ini masih berproses," ujar Otto Sompotan.

5 Zodiak Paling Santai Menjalani Hiudp, Pisces Tak Egois, Taurus Lihat Keadaan Sebelum Merespons

4 Miliarder Dunia Makin Kaya Saat Pandemi Covid-19, Kekayaan Jeff Bezos Hingga Bill Gates Melonjak

Katalog Promo Alfamart 26 Juli 2020, Ada Paket Data Telkomsel sampai Loreal Buy 1 Get 1 Free

Berdasarkan tinjauan, aset tanah yang dirampas Kejari Klungkung masih berupa tegalan dan belum didirikan bangunan.

Warga setempat ada yang menanaminya ketela, kelapa, dan tanaman lainnya, yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

"Ini kerabat saya yang jual, saya tidak tahu sekarang tanah ini bagaimana statusnya. Sementara saya tanami ketela, kelapa, dan pohon gamal untuk pakan ternak," ungkap warga setempat yang sementara menggarap lahan rampasan tersebut, I Wayan Tegeh.

Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, pihaknya berharap permohonan itu bisa disetujui.

Kanye West Minta Maaf kepada Kim Kardashian setelah Marah-marah di Twitter, Begini Pengakuannya

6 Jenis Makanan Penyebab Batu Ginjal, Makanan Tinggi Sodium Hingga Suplemen Vitamin C

Kombes RD Diduga Terlibat KDRT dan Penganiayaan, Anaknya Unggah Rekaman Suaranya di Instagram

Sehingga dua bidang tanah yang dirampas negara itu, bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Klungkung.

"Setelah disetujui, barulah nanti disusun perencanaan untuk pemanfaatan tanah ini," jelas Suwirta.

Sebelumnya, Pemkab Klungkung juga mengajukan permohonan untuk dapat mamanfaatkan Puri Cempaka, yang merupakan aset rampasan Kejari Klungkung dari mantan bupati I Wayan Candra.

Rencananya aset berupa tanah dan bangunan itu akan dimanfaatkan untuk Kantor Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved