Breaking News:

Keberatan Tanah Teba Disertifikasi Desa, Sejumlah Krama Jero Kuta Pejeng Terancam Sanksi Adat

Sejumah krama Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Tampaksiring Gianyar, Bali, mendatangi kantor Perbekel Pejeng, Senin (27/7/2020) pagi.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sejumlah warga Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Gianyar, Bali saat mendatangi Kantor Perbekel Pejeng, Senin (27/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumah krama Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Tampaksiring mendatangi kantor Perbekel Pejeng, Senin (27/7/2020) pagi.

Tujuan mereka datang untuk meminta petunjuk dan mediasi pada perbekel atas keberatan mereka terhadap tanah teba (tanah belakang rumah) yang disertifkasi atas nama desa adat.

Namun kedatangan mereka tidak membuahkan hasil.

Bahkan pertemuan tersebut berlangsung emosional.

Perbekel Pejeng, Tjok Gede Agung Kusuma Yuda mengatakan, warga yang keberatan atas sertifikat tersebut akan dikenakan sanksi adat.

Pengenaan sanksi ini berdasarkan pertemuan adat empat hari lalu.

Made Artana Tewas Tertimbun di Bangli, Polisi Ungkap Dugaan ini

Bali United Gelar Tes Swab Tertutup di Legian, Leonard Tupamahu: Lumayan Perih di Hidung

Bupati Anas Dorong Warga Bikin Kebun Hidroponik di Pekarangan Rumah

"Perbekel setinut ring awig-awig (Perbekel setuju pada aturan adat). Empat hari yang lalu, diputuskan kena saksi adat. Tiang  (saya-red) hanya memperkuat, karena Perbekel tidak punya kuasa," ujarnya.

Mediasi berlangsung sekitar satu jam.

Dalam mediasi, Tjok Kusuma Yuda mengakui bahwa proses pensertifikatan Pekarangan Desa (PKD) di Desa Pejeng memang dikebut sesuai program nasional.

Bahkan sertifikat sudah selesai 4 bulan lalu sebelum Covid-19.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved