Breaking News:

Dewan Minta Sekolah Tatap Muka, Kadisdikpora Bali Pilih Ikuti SKB 4 Menteri

Nah paling tidak, mungkin bisa dilakukan dibagi dua tahap. Kalau bisa dia langsung tatap muka setengah, besoknya setengah.

Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi siswa berangkat ke sekolah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mengusulkan agar ada perubahan dalam metode pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta meminta agar Dinas Pendidikan se-Bali mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Namun dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini siswa dalam satu kelas dibagi ke dalam dua kelompok. Mereka kemudian melakukan pembelajaran tatap muka secara bergiliran.

"Sekarang yang diterapkan kan full online. Nah paling tidak, mungkin bisa dilakukan dibagi dua tahap. Kalau bisa dia langsung tatap muka setengah, besoknya setengah," kata Gusti Budiarta saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Selasa (28/7/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menegaskan bahwa saat ini sekolah belum bisa dibuka.

Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

SKB ini dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

"Itu kan belum dicabut, jadi enggak boleh (membuka sekolah). Di sana kan salah satunya adalah bahwa jika zona hijau pun ada ketentuan lagi.

Di terkahir ada endak izin orang tua. Sementara Bali sendiri kan belum zona hijau. Jadi kita tidak berani melanggar," jawab Boy.

Boy menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 memang dihadapkan pada dua hal, yakni kesehatan dan efektivitas, termasuk dalam proses pembelajaran.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: I Putu Darmendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved