Breaking News:

Lomba Ogoh-ogoh Nyepi Dilanjutkan, Berhadiah Rp 110 Juta

Masing-masing desa adat mengirimkan satu ogoh-ogoh yang pada Nyepi Bulan Maret lalu tidak jadi diarak karena Covid.

Tribun Bali/Noviana Windri
Ogoh-ogoh 'Subrada Larung' STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan Buleleng mulai persiapan lomba ogoh-ogoh yang menjadi program Pemprov Bali.

Salah satunya, membentuk tim juri yang akan menilai ogoh-ogoh milik masing-masing desa adat di Buleleng.

Lomba ini akan memperebutkan hadiah total Rp 110 juta tingkat kabupaten.

Kadis Kebudayaan Buleleng,  Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat dengan majelis desa adat, membahas teknis pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, pada Rabu (29/7/2020).

Termasuk membentuk tim juri dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Tim juri tingkat kecamatan terdiri tiga orang, seperti seniman seni rupa, perwakilan majelis desa adat, serta staf di kecamatan yang memiliki kompetensi di bidang seni dan budaya.

Demikian dengan tim juri tingkat kabupaten, terdiri dari seorang seniman, perwakilan majelis desa adat kabupaten, serta staf di Dinas Kebudayaan Buleleng.

"Masing-masing desa adat hanya mengadopsi satu ogoh-ogoh untuk dilombakan. Ogoh-ogoh selanjutnya di nilai oleh tim juri di tingkat kecamatan. Yang berhasil masuk tiga besar di tingkat kecamatan, akan dilombakan lagi di tingkat kabupaten," terang Dody, Selasa (28/7/2020).

Dody menjelaskan, pendaftaran mulai dibuka Jumat (7/8/2020).

Penjurian tingkat kecamatan dimulai 15 hingga 25 September, sedangkan di tingkat kabupaten 10 hingga 20 Oktober.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved