Breaking News:

Pendaftaran Lomba Ogoh-ogoh Dibuka 7 Agustus, Penjurian di Tingkat Kabupaten Mulai 10 Oktober

Dinas Kebudayaan Buleleng, mulai melakukan sejumlah persiapan terkait pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, yang menjadi program Pemprov Bali

TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Foto : ogoh-ogoh 'Subrada Larung' menghabiskan kerupuk udang sebanyak 25 kilogram 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan Buleleng, mulai melakukan sejumlah persiapan terkait pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, yang menjadi program Pemprov Bali.

Salah satunya, membentuk tim juri, yang akan menilai ogoh-ogoh milik masing-masing desa adat di Buleleng.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara ditemui Selasa (28/7/2020) mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat terlebih dahulu dengan majelis desa adat, untuk membahas terkait teknis pelaksanaan lomba ogoh-ogoh, pada Rabu (29/7/2020).

Termasuk membentuk tim juri mulai dari tingkat kecamatan hingga tim juri di tingkat kabupaten.

Jokowi Peringatkan Covid-19 Sudah Berimbas terhadap Geopolitik Global, Hubungan AS dan China Memanas

Ini Jenis Kado yang Bisa Cowok Berikan Pada Cewek Sesuai dengan Zodiaknya

Tingkatkan PAD, Bupati Bangli Akan Pasang Watermeter untuk Hitung Air yang Digunakan Kabupaten Lain

Dimana untuk jurindi tingkat kecamatan, terdiri dari tiga orang juri, seperti seniman seni rupa, perwakilan majelis desa adat, serta staf di kecamatan yang memiliki kompetensi dibidang seni dan budaya.

Demikian dengan tim juri di tingkat kabupaten, terdiri dari seorang seniman, perwakilan majelis desa adat kabupaten, serta staf di Dinas Kebudayaan Buleleng.

"Masing-masing desa adat hanya mengadopsi satu ogoh-ogoh untuk dilombakan. Ogoh-ogoh selanjutnya di nilai oleh tim juri di tingkat kecamatan. Yang berhasil masuk tiga besar di tingkat kecamatan, akan dilombakan lagi di tingkat kabupaten," terang Dody.

Imbuh Dody, pendaftaran lomba mulai dibuka pada Jumat (7/8/2020).

Sementara penjurian lomba ogoh-ogoh di tingkat kecamatan dimulai tanggal 15 hingga 25 September mendatang.

Sedangkan penjurian di tingkat kabupaten dimulai tanggal 10 hingga 20 Oktober.

Ogoh-ogoh yang dilombakan, harus yang dibuat pada saat perayaan Nyepi, bulan Maret lalu.

"Tidak boleh ada ogoh-ogoh yang baru. Kami akan melakukan verifikasi di masing-masing balai banjar atau STT, untuk memastikan ogoh-ogoh yang dilombakan itu adalah ogoh-ogoh yang dibuat bulan Maret lalu. Kemudian tidak ada parade. Ogoh-ogoh dinilai oleh tim juri di tempat," jelas Dody.

Disinggung terkait hadiah lomba, Dody menyebut, untuk ogoh-ogoh yang berhasil masuk tiga besar di tingkat kecamatan mendapatkan uang pembinaam sebesar Rp 5 juta.

Sementara ditingkat kabupaten, mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 50 juta untuk juara I, sementara juara II mendapatkan Rp 35 juta, dan Juara III mendapatkan Rp 25 juta.

"Anggaran untuk hadiahnya ini seluruhnya berasal dari Dinas Kebudayaan Provinsi. Sementara penilaiannya nanti yang dilihat adalah bahan yang digunakan harus ramah lingkungan, bentuk dan tema, anatomi, hingga ekspresi," tutupnya. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved