Breaking News:

Sujianto Ditangkap Angkut Kayu Sonokeling Ilegal, Bosnya Malah Tidak Ditahan

Mawan tidak tahan, hanya diperiksa dikenai wajib lapor, karena sakit jantung dalam pemeriksaan dokter.

tribun bali/ i made ardhiangga ismaya
Sujianto dengan barang bukti kayu Sonokeling ilegal saat ditunjukkan ke awak media di Mapolres Jembrana, Selasa (28/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sujianto (41) dan I Ketut Pungki Sumawan alias Mawan (56), warga Banjar Klatakan, Desa/ Kecamatan Melaya, Jembrana ditangkap polisi saat mengangkut 37 kayu Sonokeling yang diduga ilegal.

Sujianto ditangkap saat mengangkut kayu menggunakan kendaraan minibus DK 1223 BH dari Klatakan menuju Banyubiru, Kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, penangkapan dilakukan oleh petugas Opsnal Unit IV Satreskrim Polres Jembrana, Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 05.00 Wita.

Mereka ditangkap di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Negara.

Barang bukti yang disita ialah kayu Sonokeling berbagai ukuran dan bentuk yang tidak dilengkapi dokumen resmi.

"Kedua tersangka ini tidak bisa menunjukkan dokumen resmi. Sehingga kami tangkap dengan barang bukti 37 kayu Sonokeling berbagai bentuk dan ukurannya," ucap Kapolres, Selasa (28/7/2020).

Kapolres menjelaskan, kasus ilegal logging ini bermula dari perintah Mawan kepada Sujianto, untuk mengangkut kayu-kayu tersebut dari Melaya ke Banyubiru.

Namun dalam perjalanan, Sujianto ketangkap. Sujianto mengaku, kayu itu diangkut atas perintah Mawan.

Namun Mawan tidak tahan, hanya diperiksa dikenai wajib lapor, karena sakit jantung dalam pemeriksaan dokter.

"Untuk yang memerintahkan sudah diperiksa juga. Tapi karena sakit jantung maka dikenai wajib lapor," jelasnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 83 ayat 1 UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Ancaman hukumannya, paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun penjara.

Denda paling sedikit Rp 500 juta, paling besar Rp 2,5 miliar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perusakan, penebangan kayu ilegal atau tanpa ijin dari pihak yang berwenang. Jadi penebangan harus memiliki dokumen resmi," pungkas Kapolres. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved