Breaking News:

Terkait Potensi Pohon Tumbang di Musim Angin Kencang, BPBD Gianyar Minta Perbekel Segera Bersurat

Plt BPBD Kabupaten Gianyar, Ngakan Darma Jati, Selasa (28/7/2020) mengatakan, pemangkasan pohon tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena ada

Istimewa
BPBD Gianyar saat mengevakuasi pohon tumbang belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Saat ini wilayah Kabupaten Gianyar tengah memasuki musim angin, di mana terkadang angin kencang secara tiba-tiba.

Dalam mengantisipasi terjadinya musibah pohon tumbang yang membahayakan keselamatan dan menibulkan kerugian material, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, meminta perbekel/lurah segera bersurat, jika di wilayahnya terdapat pohon yang membahayakan.

Plt BPBD Kabupaten Gianyar, Ngakan Darma Jati, Selasa (28/7/2020) mengatakan, pemangkasan pohon tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena ada Perda yang melindungi.

Karena itu, dalam melakukan pemangkasan, harus ada persetujuan dari masyarakat setempat.

Sebab itulah, pihaknya meminta agar perbekel/lurah bersurat, jika ada pohon yang berpotensi tumbang.

Pesepeda di Gatsu Laporkan Seorang Pria Asal Mengwi Seusai Diancam Dengan Samurai

Pembagian Daging Kurban di Gianyar Bakal Berlangsung Dua Hari

Setelah Tabrak Korban, Gede Prista Turun & Pukul Pria Pesepeda di Denpasar Ini Hingga Terluka

"Kami sudah sosialisasikan kepada masing-masing kepala desa di Kabupaten Gianyar, bila ada nantinya pohon berpotensi tumbang di wilayahnya agar bersurat kepada kami untuk ditindaklanjuti," ujarnya. 

Meski demikian, pihaknya tidak serta-merta akan langsung memangkas atau memotong pohon yang dilaporkan.

Namun terlebih dahulu dilakukan survei.

Bila lokasi pohon tersebut berada di wilayah jalan provinsi, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali.

Namun, jika berada di wilayah jalan kabupaten maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Gianyar. 

Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 100.000, Kondisi Masih Krisis & Begini Analisis Ahli

Pemprov Bali Terbitkan Perda, Kini Masyarakat Bisa Dapatkan Layanan Kesehatan Tradisional di Faskes 

Johnny Ungkap Jokowi Meminta ke Surya Paloh untuk Tidak Mencalonkan Iparnya di Pilkada Gunungkidul

"Dalam memangkas atau memotong pohon perindang itu tidak boleh sembarangan, kita harus melakukan survei terlebih dahulu. Apakah layak pohon tersebut dipangkas atau dipotong," ucapnya. 

Ngakan Jati mengatakan, per April lalu kepala desa yang mengajukan pemangkasan dan pemotongan pohon relatif banyak.

Karena hal tersebut pula jumlah pohon tumbang dalam musim penghujan tahun ini relatif sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan kesigapan kepala desa atas potensi pohon tumbang di wilayahnya, saat ini jumlah peristiwa pohon tumbang bisa ditekan,” ujarnya namun tak merinci jumlahnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved