Breaking News:

1.046 dari 1.281 Pasien Positif Corona di Denpasar Dinyatakan Sembuh

Dewa Rai mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkembangan kesembuhan kasus Covid-19 di Kota Denpasar kian hari semakin meningkat.

Kendati masih ditemukanya kasus positif baru, angka kesembuhan pasien mengalami lonjakan drastis.

Secara kumulatif dari 1.281 kasus Covid-19 di Denpasar, sebanyak 1.046 orang atau setara dengan 81,65 persen berhasil sembuh.

"Kasus sembuh melonjak drastis, hari ini 51 orang, kasus positif bertambah 19 orang, penambahan kasus positif hari ini tersebar di 10 desa dan kelurahan.

Sedangkan 33 desa dan kelurahan lainya tercatat nihil penambahan kasus positif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Rabu (29/7/2020).

Berdasarkan data, Desa Peguyangan Kaja mencatatkan penambahan kasus tertinggi sebanyak 6 kasus positif baru, disusul Desa Dangin Puri Kauh dengan 3 kasus positif baru.

Kemudian Kelurahan Pedungan dan Kelurahan Panjer yang mencatatkan penambahan 2 kasus positif baru sedangkan 6 desa dan kelurahan lainya mencatatkan 1 kasus baru.

Sisanya, sebanyak 33 desa dan kelurahan nihil kasus Covid-19. Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar.

Di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Kata dia, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dewa Rai menambahkan walaupun saat ini sudah memasuki new normal, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah masih menunjukan peningkatan.

Klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama karena adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

"Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan kalster perjalanan dalam daerah mulai mendominasi," kata Dewa Rai.

Dewa Rai mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19. Dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara.

Pertama tracing massif yang agresif disertai tes dan isolasi, kedua kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan. 

Penulis: Putu Supartika
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved