Breaking News:

BST di Bangli Hanya Cair Satu Kali, Sudiasa Bakal Laporkan ke DPP untuk Tindak Lanjuti

Tak sedikit warga yang mengeluh, sebab uang yang bisa dicairkan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pemerintah

Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bantuan Sosial Tunai (BST) yang digadang-gadang mampu membantu finansial warga saat pandemi Covid-19, nyatanya berbuntut masalah.

Tak sedikit warga yang mengeluh, sebab uang yang bisa dicairkan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pemerintah.

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa.

Kepada media, Sudiasa mengungkapkan, Presiden Joko Widodo menyatakan warga menerima BST sebanyak tiga kali dengan tiga kali panggilan.

“Namun fakta di lapangan, masyarakat hanya mendapat panggilan sekali dan pencairan sekali. Ada pula masyarakat yang mendapatkan panggilan tiga kali namun pencairan BST hanya dua kali saja. Itu kesalahannya apa?,” ujarnya Rabu (29/7/2020).

Sesuai kebijakan pemerintah pusat, total bantuan dari Kementerian Sosial itu sejatinya sebesar Rp 1,8 juta.

Jumlah tersebut dicairkan tiap bulan sebesar Rp 600 ribu.

Namun pada kenyataannya, warga menerima surat panggilan pada bulan Juli.

“Pada surat panggilan itu berisi tiga kolom barcode lengkap dengan NIK dan nominal sebesar Rp 600 ribu, yang artinya bisa dicairkan tiga kali. Namun kenyataannya warga menerima surat panggilan satu kali di bulan Juli dan hanya satu kali yang bisa dicairkan,” ungkapnya.

Sudiasa menambahkan, BST ini merupakan suatu kebijakan dari pemerintah.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved