Breaking News:

Soal Kisruh yang Terjadi di Golkar Gianyar, Begini Kesimpulan Tim Investigasi Golkar Bali

Bahkan, pihaknya langsung meminta klarifikasi dari Ketua DPD II Golkar Gianyar, Made Dauhwijana secara lisan dan tertulis.

Tribun Bali/Ragil Armando
Tim Investigasi Golkar Bali saat menyampaikan hasil laporan investigasinya, di Kantor DPD I Golkar Bali, Denpasar, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisruh yang terjadi di Golkar Gianyar jelang Musyawarah Daerah (Musda) mendapat perhatian dari DPD I Golkar Bali.

Untuk itu, Golkar Bali menurunkan tim investigasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Tim itu sendiri diketuai oleh Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara dengan empat orang anggota yakni Wayan Muntra, Muammar Kaddafi, Elyn Handayani, dan Nyoman Gede Supadma.

Bahkan, pihaknya langsung meminta klarifikasi dari Ketua DPD II Golkar Gianyar, Made Dauhwijana secara lisan dan tertulis.

Tak Penuhi syarat, Permohonan PK Djoko Tjandra Tidak Diterima dan Tak Dilanjutkan ke MA

Jelang Liga 1, Coach Pasek Matangkan Skema Permainan Bali United Youth & Godok Kualitas Pemain Lokal

Dipimpin Luhut, Dua Menteri hingga Bos Swasta-BUMN Genjot Ekonomi Banyuwangi

"Atas surat itu kami langsung ditanggap, artinya kami menganggapi aspirasi sekecil apapun, kami juga sudah menyurati Dauhwijana untuk dimintai klarifikasi lisan dan tertulis," kata Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Golkar Bali, Dewa Made Suamba Negara saat menyampaikan hasil laporan investigasinya, di Kantor DPD I Golkar Bali, Denpasar, Rabu (29/7/2020).

Bahkan, pihaknya juga sudah turun ke DPD II Golkar Gianyar untuk melakukan penyelidikan dengan menemui jajaran Golkar Gianyar dan Fraksi Golkar DPRD Gianyar pada 20 Juli 2020.

Dari hasil tersebut ditemukan bahwa I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa tidak berhak menyatakan diri sebagai Ketua Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Gianyar.

Pasalnya, Arika Sudewa sendiri sudah bukan pengurus AMPG Golkar yang juga Wakil Ketua Bidang Kepemudaan DPD II Golkar Gianyar dengan mengundurkan diri jabatannya akibat maju dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Pering tahun lalu.

Bahkan, sampai sekarang posisi Ketua AMPG Gianyar masih kosong.

"Dari kertas kop surat itu, tim hukum menyatakan kalau dilihat dari legal standingnya mereka tidak bisa membuat surat atas nama AMPG, karena yang bersangkutan sudah bukan pengurus, dan juga tidak ada rapat di jajaran AMPG," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved