Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sapi Kurban Jokowi Bernama Gambreng Berbobot 900 Kilogram, Makan Telur Campur Madu

Dengan pengorbanan akan menghilangkan kesenjangan antara kaya dan miskin sehingga tercipta tolong menolong

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
Kompas.com/Suwandi
Sapi kurban Presiden Joko Widodo saat diserahkan Gubernur Jambi, Fachrori Umar kepada warga Mendalo Darat. 

TRIBUN-BALI.COM, JAMBI - Sapi kurban dari Presiden Jokowi sudah diserahkan ke sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya ke Provinsi Jambi.

Sapi kurban Presiden Jokowi diserahkan kepada warga di Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (30/7/2020).

Sapi kurban tersebut diserahkan secara simbolik oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Sapi kurban berjenis simental dengan berat 862 kilogram ini diberi nama Gambreng.

Gubernur langsung menyerahkan sapi kurban tersebut kepada pengurus masjid Masjid Addin.

"Pembagian sapi kurban dari Pak Jokowi, rutin setiap tahun di tempat berbeda. Momen kurban harus kita jadikan untuk perhatian kepada sesama, terutama para fakir miskin di sekitar kita," kata Fachrori.

Gubernur mengajak masyarakat yang merayakan Idul Adha untuk senantiasa mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan puteranya, Ismail.

Fachrori ingin meneladani pemuda seperti Nabi Ismail yang tanpa keraguan mengorbankan diri untuk berkurban.

Pengorbanan ini akan mendekatkan diri kepada Allah dan sesama.

Dengan pengorbanan akan menghilangkan kesenjangan antara kaya dan miskin sehingga tercipta tolong menolong yang akan berdampak pada kedamaian.

Sementara itu, pengurus Masjid Addin, Bambang Wahyuddin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberi bantuan sapi dengan bobot nyaris 900 kilogram.

"Sapi akan kita berikan kepada ratusan warga yang membutuhkan secara adil," kata Bambang menegaskan.

Makan Telur Campur Madu

Sapi yang diberi nama Gambreng itu dipesan Jokowi dari seorang peternak sapi langganannya di Jambi, yakni Indra.

Sapi simental yang dibeli Jokowi itu diberi makan Indra sebanyak 6 kali sehari.

Makanan yang diberikan seperti ampas singkong hingga telur ayam ras dicampur madu untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Selain itu, sapi simental dengan tinggi hampir 150 meter dan panjang hampir 2 meter itu juga dimandikan peternaknya 3 kali sehari.

Sapi berusia 4,5 tahun dibanderol Rp 68 juta.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi)  berkurban untuk seluruh provinsi di Indonesia.

Setiap provinsi, presiden menyumbang satu sapi. 

Ditambah satu, sapi yang akan disembelih di Masjid Istiqlal Jakarta.

Presiden menyerahkan hewan kurban untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah kepada panitia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Hewan kurban milik Presiden Jokowi yang sudah disembelih dagingnya akan disalurkan kepada masyarakat.

"Kurban nanti semua provinsi dan ke Istiqlal juga. Masing-masing provinsi satu sapi," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada wartawan.

Presiden membeli hewan kurban dari para peternak sapi terbaik.

Ukuran sapi yang dibeli Presiden Jokowi cukup besar.

Dipastikan, sapi presiden menjalani perawatan yang istimewa.

Menurut Heru, sapi kurban yang diserahkan Jokowi di seluruh wilayah Indonesia memiliki berat antara 800 kilogram hingga 1 ton.

"Beratnya ditentukan antara 800 sampai 900 atau 1 ton," jelasnya.

Heru menambahkan, pihak Istana Kepresidenan telah melakukan video conference dengan kepala daerah terkait sapi kurban dari Presiden.

"Kemarin, Minggu lalu saya juga sudah vicon ke pak Gubernur untuk disalurkan," imbuhnya.

Ada salah satu sapi kurban Presiden Jokowi yang sering menang kontes.

Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jokowi membeli sapi jumbo dari peternak lokal, yakni Rahman Takka.

Sapi seberat 1,2 ton itu ditempatkan di atas karpet seharga Rp 2 juta.

Alasannya agar sapi bernama Puang Tedong itu tidak kedinginan sehingga bisa tidur nyenyak.

"Ada banyak upaya yang saya lakukan agar Puang Tedong tetap sehat dan bisa diserahkan utuh ke Presiden Jokowi. Saya sudah beri dua lembar karpet hitam, menjaga mandi, dan makannya tiga kali sehari," kata Rahman.

"Ini bukan hanya soal harganya yang fantastis dan membuat saya senang, lebih dari itu, saya bangga karena sapi kesayangan saya dibeli orang penting,” lanjut dia saat ditemui Kompas.com, Minggu (26/7/2020) lalu.

Bahkan, dirinya rutin melakukan ronda malam agar sapi yang dibeli orang nomor satu di Indonesia itu tidak hilang.

Rahman membanderol sapinya dengan harga Rp 100 juta, tetapi akhirnya dilepas dengan harga Rp 89 juta.

Ketika hendak dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban, sapi Puang Tedong sempat mengamuk.

Ia menyeruduk benda apa saja di sekitarnya dan sempat membuat masyarakat ketakutan.

Seusai mengamuk dua jam, sapi itu kembali tenang dan dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban.

Presiden juga membeli sapi milik Sholeh, warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur.

Sapi milik Sholeh berbobot 1,04 ton itu untuk kurban dan akan diserahkan ke Masjid Al Akbar, Surabaya, pada Hari Raya Idul Adha.

Sapi berwarna putih itu tingginya 159 sentimeter, panjang 186 sentimeter, dan lingkar tubuhnya 234 sentimeter.

Ukurannya yang besar tidak terlepas dari cara perawatan yang istimewa, termasuk makanannya yang bernutrisi tinggi.

"Cuma yang dimakan sehari-hari itu protein-protein tinggi. Ada slamper (tumpi jagung), tepung kedelai, dan yang penting itu yang hijau-hijau (rumput segar)," kata Sholeh.

Cara memandikannya pun tidak sembarangan agar tidak masuk angin, yakni harus dilakukan pada siang hari.

"Risikonya sapi besar itu ya begitu. Kalau dimandikan terlalu sore atau malam itu biasa masuk angin. Begitu juga kalau terlalu pagi," jelasnya.

Kemudian sapi kembar yang dibeli Presiden Jokowi yang sering menang kontes.

Sapi kurban Presiden Jokowi dengan berat 1 ton berasal dari Kabupaten Konawe Selatan.

Sapi bernama Upin itu dibeli dari Suyatno, warga Desa Lawoila, Kecamatan Konda.

Kedua sapi itu memenangi kontes di Konawe pada 2019.

“Yang dinilai itu beratnya, saat itu Upin dan Ipin berusia dua tahun dan beratnya saat itu sekitar 535 kilogram. Tapi, yang dibeli untuk sapi kurban Presiden itu hanya Upin,” kata Suyatno, Rabu (29/7).

Suyatno mengaku tidak menyangka sapinya dibeli Presiden Jokowi.

“Jangankan mau berharap, bermimpi saja tidak pernah. Tahu-tahu sapi saya dibeli oleh Pak Presiden," ungkap Suyatno di rumahnya.

Dinamai Upin lantaran sapi peliharaannya itu adalah sapi kembar.

Presiden Jokowi juga membeli sebuah sapi limousin sebagai hewan kurban bagi masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pemilik Sapi, Subroto (50), mengemukakan, sapi kurban tersebut diberi makan ampas tahu.

Subroto bahkan harus membeli enam karung ampas tahu dalam satu hari untuk memberi makan sapi-sapinya.

Dalam sehari, ia harus mengeluarkan uang minimal Rp 120.000 untuk pakan ternak.

“Harganya satu karung Rp 20.000. Biasa saya beli enam karung sehari, kadang lebih juga,” jelas dia.

Selain ampas tahu, Subroto juga memberikan rumput untuk makanan sapinya.

Ia bersyukur, perawatan itu membuat sapi Subroto dilirik Jokowi.

Presiden membeli sapi seberat 968 kilogram itu seharga Rp 79 juta.

“Sangat bersyukur setelah empat tahun pelihara, akhirnya dibeli Pak Jokowi. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih, semoga berkah,” kata dia. (.)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Sapi Kurban dari Jokowi untuk Jambi Dinamai Gambreng, Rutin Makan Telur Campur Madu dan 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved