Breaking News:

Corona di Bali

2 Rumah Sakit di Buleleng Ajukan Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 ke Kementerian Kesehatan

Bupati sebenarnya sudah mengeluarkan surat keputusan bahwa RS Pratama Giri Emas itu menjadi bagian dari RSUD Buleleng.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng dan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Klaim biaya perawatan pasien covid-19 di Buleleng, hingga saat ini belum bisa diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Hal ini terjadi karena dua rumah sakit yang selama ini menangani covid-19 di Buleleng, yakni RSUD Buleleng dan RS Pratama Giri Emas sama-sama mengajukan klaim biaya perawatan ke pusat, sementara pasien yang ditangani sejatinya sama.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa ditemui Sabtu (01/08/2020) mengatakan,  RS Pratama Giri Emas melalui Dinas Kesehatan Buleleng mengajukan klaim berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 259/03-B/HK/2020.

Di mana dalam keputusan gubernur itu,  menetapkan RS Pratama Giri Emas sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi covid-19.

Pelamar Lelang Jabatan di Buleleng Bertambah Lima Orang

Sementara RSUD Buleleng juga mengajukan klaim berdasarkan Keputusan Kemenkes, yang menetapkan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit rujukan covid-19.

"Bupati sebenarnya sudah mengeluarkan surat keputusan bahwa RS Pratama Giri Emas itu menjadi bagian dari RSUD Buleleng. Jadi akan diubah, yang mengajukan klaim hanya RSUD Buleleng," kata Suyasa.

"Kemarin RS Pratama Giri Emas melalui Dinkes mengajukan klaim itu atas permintaan provinsi. Ini akan segera diklarifikasi," jelasnya.

Di sisi lain, mulai Senin (02/08/2020), Pemkab Buleleng akan menggunakan ruang lely di RSUD Buleleng sebagai tempat khusus untuk menangani pasien covid-19 bergejala berat, serta memiliki penyakit penyerta.

Hal ini dilakukan agar penanganan pasien bisa lebih intesif dilakukan.

TERKINI, Lima Warga Buleleng Bali Positif Covid-19, Tiga Orang Tak Isolasi di Rumah Sakit

"Kalau di RS Pratama Giri Emas, penyakit penyertanya kurang mendapat tindakan, karena di sana hanya fokus untuk penanganan virus. Sementara kalau di RSUD keduanya terjawab. Penyakit penyertanya bisa ditreatment, virus covid-19 nya juga bisa ditangani," jelas Suyasa.

Ruang Lely RSUD Buleleng sebut Suyasa, mampu menampung sebanyak 32 pasien covid bergejala berat.

Sementara di RS Pratama Giri Emas, nantinya hanya fokus untuk menangani pasien kasus konfirmasi bergejala ringan hingga sedang.

Sementara yang tidak bergejala berdasarkan revisi ke lima Permenkes, bisa menjalani isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi yang telah disediakan oleh Gugus Tugas Provinsi Bali.

Forensik RSUD Buleleng Kini Sudah Bisa Melakukan Dinsinfeksi Jenazah Pasien Covid-19

Sementara terkait persiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di ruang Lely,  menggunakan dana yang milik RSUD Buleleng, mengingat rumah sakit tersebut berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Namun apabila belakangan RSUD Buleleng mengalami kendala dari segi dana, mengingat situasi RSUD Buleleng saat ini sepi pengunjung akibat dampak sistem rujukan berjenjang, maka Bupati Buleleng sebut Suyasa, telah membuat skema, untuk membantu RSUD Buleleng melakukan belanja modal lewat APBD. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved