Breaking News:

Pemkot Denpasar: Taman Bermain di Lapangan Puputan Badung Belum Dibuka

Pada Minggu (2/8/2020) sore banyak warga yang berdatangan ke Lapangan Puputan Badung, Denpasar

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Anak-anak bermain di taman bermain anak di Lapangan Puputan Badung, Minggu (2/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pada Minggu (2/8/2020) sore banyak warga yang berdatangan ke Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Mereka juga mengajak serta anggota keluarganya termasuk anak-anak mereka.

Di anatara anak-anak mereka, banyak juga yang bermain di taman bermain.

Tak hanya bermain di taman bermain anak yang saat ini belum dibuka, anak-anak ini juga banyak yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.

Padahal sampai saat ini taman bermain ini belum dibuka hingga pandemi Covid-19 berakhir untuk mengantisipasi agar anak-anak tak terpapar melalui tempat permainan anak ini.

Terkait hal itu, dikonfirmasi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan saat ini tiga kawasan taman bermain anak di Kota Denpasar yakni Taman Janggan, Tempat Bermain Anak Lapangan Puputan Badung, dan Tempat Bermain Anak di Kawasan Lapangan Lumintang Denpasar masih ditutup.

Ketiganya sudah ditutup sejak berlakunya surat edaran terkait dengan penutupan tempat publik di Kota Denpasar beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini, kami belum pernah membuka tempat bermain anak. Namun, para orang tua tidak menghiraukan itu dan bahkan mereka sengaja merusak police line yang kami pasang berkali-kali,” katanya.

Dikatakan Dewa Rai, pihaknya sudah mengimbau berkali-kali namun tetap saja orang tua bengkung dengan mengajak anaknya bermain di tempat bermain ini.

Tempat yang paling ramai menurut Dewa Rai yakni di Lapangan Puputan Badung karena merupakan tempat pusat rekreasi.

Sementara untuk di taman bermain di lumintang lebih sedikit, dan bahkan di Taman Janggan bisa ditutup karena dikunci pada pintu pagar.

Ia pun berharap masyarakat sadar dan tidak melanggar imbauan yang sudah ditetapkan.

“Kami khawatir anak-anak bisa terpapar karena yang bermain cukup banyak. Para orang tua harusnya sadar jangan dulu ke taman bermain anak. Soalnya anak-anak rentan terpapar apalagi tempat bermain bisa dipakai ramai-ramai,” katanya.

Selain taman bermain anak, pihaknya juga masih menutup tempat hiburan yang aktivitasnya berada dalam ruangan seperti bioskop, cafe, dan tempat karaoke.

Sebab tempat tersebut cenderung menjadi cluster penyebaran Covid-19 karena sirkulasi tempat kurang bagus dengan suasana keramaian tanpa physical distancing. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved