Breaking News:

Satpol PP Segel Villa Bermasalah di Tabanan, Penyanding Villa Tak Setujui Pengurusan Izin

Satpol PP Segel Villa Bermasalah di Tabanan, Penyanding Villa Tak Setujui Pengurusan Izin

Gambar oleh ming dai dari Pixabay
ilustrasi. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Sebuah Villa yang berada di Banjar Pacung, Desa/Kecamatan Baruriti, Tabanan, terpaksa dihentikan operasionalnya sejak Jumat (31/7) lalu oleh Satpol PP Tabanan.

Penutupan sementara tersebut dilakukan lantaran bangunan villa tersebut masih belum mengurus izin dan masih tersandung permasalahan terkait akses jalan masuk dan penyandingnya di lokasi setempat.

Selain itu, setelah beberapa kali dilakukan mediasi antara pemilik villa dengan warga setempat juga masih belum menemui titik terang.

"Tempat itu (Villa) sudah disegel (dihentikan sementara operasionalnya) sejak Jumat (31/7) lalu. Satu, karena villa tersebut tanpa izin, kemudian juga ada permasalahan yang muncul dengan penyandangnya," ucap Kasat Pol PP Tabanan, I Wayan Sarba, Minggu (2/8).

Sarba melanjutkan, pemilik villa ini sebenarnya masih dalam proses kepengurusan izin. Namun, dalam prosesnya, penyanding di lokasi setempat tak mau menyetujuinnya atau tak mau tanda tangan.

"Saya sudah minta kepada mereka agar menyelesaikan dulu permasalahannya. Kami harap bisa dimusyawarahkan dulu lah apa masalahnya sehingga nanti dicari jalan keluarnya. Kemudian diurus izinnya, setelah itu kami pasti akan buka segelnya dan segera bisa operasional lagi," jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Baturiti, AKP Fachmi Hamdani, juga membenarkan bahwa ada permasalahan yang muncul terkait villa yang ditutup sementara oleh Petugas Satpol PP Tabanan.

Ia mengungkapkan, permasalahan yang muncul adalah terkait akses jalan dengan penyandingnya.

"Sebenarnya bukan ditutup, hanya saja mereka sudah beberapa kali mediasi namun belum ada titik temunya. Kemudian, kesepakatan terakhir villa tersebut tidak beroperasi sementara hingga permasalahan selesai," ungkap AKP Fachmi.

Disinggung mengenai permasalahan akses jalan, mantan Kasat Intelkam Polres Tabanan ini menjelaskan, sesuai informasi di lapangan bahwa akses jalan diperlebar oleh pemilik villa tanpa koordinasi dengan pemilik tanah yang ternyata masih ada hubungan keluarga.

"Jadi itu sangat disayangkan sekali. Namun kami akan optimalkan terus dengan mediasi agar permasalahannya segera menemui titik terang dan bisa beraktifitas seperti normal kembali kedepannya," harapnya.(mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved