Breaking News:

Ganti Rekanan, Target Pemasangan Fiber Optic di Bangli Tahun Ini Hanyar 52 Persen

Penyediaan fasilitas internet ke seluruh desa di Bangli nampaknya masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bangli

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Foto Humas GTPP Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Penyediaan fasilitas internet ke seluruh desa di Bangli, Bali, nampaknya masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bangli.

Faktor geografis diduga menjadi penyebab kendala pemasangan kabel fiber optic ke sejumlah titik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosan) Bangli, I Wayan Dirgayusa membenarkan ihwal kendala tersebut.

Alhasil berdasarkan data Bali Smart Island (BSI), dari 218 titik target pemasangan, hanya mampu diselesaikan sebanyak 62 persen.

Ini Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 3 Agustus 2020, Akan Ada Acara Jalan Sesama: Kembalikan Dong!

Pekerja Pintar Kucing-kucingan, Satpol PP Klungkung Sita Alat-alat Proyek Pabrik Garam di Kusamba

Laporan Kematian Babi di Bangli Menurun Sejak Pertengahan Mei 2020

“Pihak rekanan hanya mampu menyelesaikan maksimal 75 persen. Sedangkan untuk wilayah lain, disarankan menggunakan pemancar (tower). Jika demikian polanya, tentu ada sejumlah kebijakan lain yang harus difasilitasi,” ujarnya Minggu (2/8/2020).

Dengan kendala tersebut, pihaknya memutuskan untuk mencari rekanan lain per Februari 2020.

Dirgayusa menyebut rekanan saat ini mampu menyelesaikan pemasangan fiber optic hingga 100 persen.

Namun lantaran terjadi pandemi Covid-19 pada bulan Maret lalu, pemasangan akhirnya tertunda hingga Agustus.

“Sejatinya tahun ini mereka bisa memasang hingga 100 persen. Karena kendala pandemi, kegiatan pemasangan akhirnya tertunda. Begitupun dengan target pemasangan fiber optic, hanya mampu sebanyak 52 persen atau sekitar 110 titik dari total 218 titik,” jelasnya.

Dirgayusa mengatakan, penggantian rekanan, otomatis mengganti pula seluruh kabel fiber optic yang telah terpasang sebelumnya.

Untuk kegiatan pemasangan dari rekanan baru, ia mengatakan, dimulai bulan Agustus hingga Oktober.

Sedangkan sisanya dilanjutkan pada tahun 2021.

Kendati hanya 52 persen, ia menegaskan, pemasangan fiber optic tetap menyasar pada sejumlah desa yang belum tersentuh jaringan internet selular.

Disamping juga tetap mempertimbangkan luas wilayah per masing-masing kecamatan.

“Jadi 50 persen dari total 110 titik kami arahkan untuk wilayah Kecamatan Kintamani. Sedangkan 50 persen sisanya untuk di tiga kecamatan, yakni Susut, Bangli dan Tembuku, dengan tetap menysar pada wilayah yang belum tersambung jaringan internet selular. Sebab untuk jaringan selular 4G di Bangli baru terpenuhi sebesar 30 persen saja,” ungkapnya. (*).

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved