Breaking News:

12 Desa di Buleleng Kehabisan Anggaran untuk BLT Dana Desa II

Sudah ada 23 desa di Buleleng yang telah menyalurkan BLT Dana Desa gelombang kedua, yang dibagikan pada Juli 2020.

12 Desa di Buleleng Kehabisan Anggaran untuk BLT Dana Desa II
tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Buleleng, I Made Dwi Adnyana

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 12 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Buleleng dipastikan tidak mampu menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa gelombang kedua.

Sebabnya, kekurangan anggaran.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, I Made Dwi Adnyana mengatakan, dari data yang diperolehnya per 30 Juli, sudah ada 12 desa yang menyampaikan tidak mampu menyalurkan BLT Dana Desa gelombang kedua.

Ke-12 desa itu, di antaranya Bubunan dan Lokapaksa di Kecamatan Seririt.

Desa Tista dan Kedis di Kecamatan Busungbiu. Desa Banjar, Tigawasa, Cempaga, dan Munduk di Kecamatan Banjar.

Lalu Desa Tamblang dan Mengening yang ada di Kecamatan Kubutambahan.

Serta Desa Bondalem dan Pacung yang ada di Kecamatan Tejakula.

"Mereka tidak mampu menyalurkan BLT Dana Desa Gelombang kedua karena anggaran yang tersisa sudah digunakan untuk Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), ada juga yang digunakan untuk karantina desa, serta kegiatan-kegiatan lain yang sudah terlanjur terlaksana, sebelum turunnya kebijakan dari kementerian terkait BLT Dana Desa gelombang kedua. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada masyarakat lewat Musyawarah Desa (Musdes)," terang Dwi Adnyana, Selasa (4/8/2020).

Namun ketidakmampuan 12 desa itu, menurut Dwi Adnyana, tidak menjadi persoalan.

Sebab, anggaran yang dimiliki murni tidak tersedia.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved