Breaking News:

124 Hektare Padi di Tabanan Alami Puso, Akibat Serangan Hama Tikus, Dapat Ganti dari Asuransi

Data di Dinas Pertanian Tabanan, dari 527 hektare lahan yang diserang tikus, terluas di Kecamatan Kerambitan, yakni 254 hektare.

124 Hektare Padi di Tabanan Alami Puso, Akibat Serangan Hama Tikus, Dapat Ganti dari Asuransi
tribun bali/ made prasetya aryawan
Petani menggeropyok tikus yang menjadi musuh padi.

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Musim tanam padi di Kabupaten Tabanan tahun ini mendapat serangan berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT).

Dalam enam bulan ini atau periode Januari hingga Juli, tanaman padi yang diserang oleh salah satu OPT yakni tikus mencapai 527 hektare.

Dari jumlah itu, 124 hektare mengalami puso (gagal panen).

Data di Dinas Pertanian Tabanan, dari 527 hektare lahan yang diserang tikus, terluas di Kecamatan Kerambitan, yakni 254 hektare.

Disusul Kecamatan Tabanan seluas 107 hektare dan Penebel seluas 93 hektare.

Lahan di kecamatan lain juga diserang namun jumlahnya sedikit.

"Di tahun ini, dari Januari hingga pertengahan Juli, ada beberapa serangan OPT di Tabanan. Salah satunya yang terbesar adalah serangan tikus yang mencapai 527 hektare. Serangan paling parah itu terjadi di Bulan Mei dan Juni," ungkap Koordinator Pengawas OPT Dinas Pertanian Tabanan, I Nengah Durmita, Selasa (4/8/2020).

Durmita menjelaskan, untuk menekan serangan massif tikus terhadap tanaman padi, sudah dilakukan pengendalian cara massal dan berkali-kali.

Salah satunya dengan penggeropyokan sepekan setelah panen padi.

Penggeropyokan dilakukan secara cepat karena perkembangan tikus juga cepat.

"Biasanya, umur padi yang paling suka diserang tikus adalah padi yang sudah berumur 50 hari atau menjelang panen. Sehingga dengan pengendalian penggeropyokan tersebut diharapkan ke depannya bisa menekan populasi dan serangan hama tikus," jelasnya.

Selain itu, kata dia, untuk menekan populasi tikus, satu minggu setelah tanam, petani diminta melakukan pengumpanan di sarang tikus.

Mengenai petani yang mengalami puso, menurut Durmita, mereka sudah mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Bahkan, mereka sudah mengajukan klaim asuransinya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved