Breaking News:

318 KK di Banjar Tanah Barak Karangasem Jalan Kaki 2 Km ke Satu-satunya Sumber Air

Sedangkan warga Tanah Barak bagian bawah, masih bisa membeli, harga per tangki sekitar antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ratusan warga Banjar Tanah Barak, Seraya Timur, Karangasem mulai kesulitan air bersih sejak Juli 2020.

Mereka harus berjalan kaki hingga dua kilometer ke sumber air untuk mendapatkan air bersih.

Kepala Dusun Tanah Barak, I Made Putra menjelaskan, warganya kesulitan mendapat air setelah simpanan air hujan yang ditampung di cubang pribadi dan umum, habis.

Warga kini hanya bertumpu pada sumber air yang berada di sekitar bebukitan.

"Warga mulai kesulitan air bersih. Penduduk di Banjar Tanah Barak sekitar 318 KK. Yang kesulitan mendapat air bersih sekitar 95 persen, terutama warga Tanah Barak bagian atas. Sisanya sementara masih bisa peroleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," kata Wayan Putra, Selasa (4/8/2020).

Warga Tanah Barak bagian atas, sementara mencari air bersih ke kayuhan kanakan dengan jalan kaki atau sepeda motor.

Jarak tempuhnya hingga dua kilometer. Debet air di kayuhan kanakan juga sedikit.

Diperkirakan hanya cukup beberapa minggu untuk memenuhi kebutuhan warga.

Sedangkan warga Tanah Barak bagian bawah, untuk sementara masih bisa membeli.

Harga air per tangki sekitar antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu, tergantung medan yang dilalui.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved