Breaking News:

Denpasar Mulai Pertimbangkan Buka Sekolah di Zona Hijau

Dipersiapkan nanti waktunya berapa jam dilaksanakan pembelajaran tatap mukanya, kapasitasnya berapa, apa perlu pembatas dengan mika

Penulis: Putu Supartika
Editor: I Putu Darmendra
Tribun Bali/Rizal Fanany
ILUSTRASI - Sejumlah guru dan siswa menggelar persembahyangan Saraswati dengan menerapkan protokol kesehatan di halaman sekolah SMK Prada, Badung, Sabtu (4/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 14 wilayah di Denpasar yang terdiri dari desa maupun kelurahan kini berstatus zona hijau Covid-19.

Wacana pembukaan sekolah pun menyeruak agar siswa dan guru bisa belajar secara tatap muka.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terus melakukan rapat dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) membahas tentang pembelajaran tatap muka.

“Saat ini terus dirapatkan bagaimana formula pembelajaran tatap muka di zona hijau ini. Masih dibahas termasuk bagaimana simulasinya nanti,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Dewa Rai menambahkan, walaupun sudah zona hijau, tidak serta merta wilayah tersebut bebas penularan Covid-19. Kasusnya masih bisa melonjak kembali jika tak memperhatikan protokol kesehatan.

“Dipersiapkan nanti waktunya berapa jam dilaksanakan pembelajaran tatap mukanya, kapasitasnya berapa, apa perlu pembatas dengan mika antara satu meja dengan meja lainnya,” katanya.

Selain itu, menurut Dewa Rai, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri pembelajaran tatap muka baru bisa dilaksanakan jika wilayah tersebut zona hijau, mendapat izin kepala daerah, dan harus ada izin dari orangtua siswa.

Sekolah juga harus sudah siap dengan semua protokol kesehatan. Ia pun menambahkan, jika memang benar-benar pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka, pasti akan ada pro kontra.

“Kalau mau belajar tatap muka, sekolah sudah siap atau memenuhi apa belum. Kalau siap nanti berapa shift, berapa jam, kalau misalnya dulu dalam satu ruangan 40 siswa, sekarang bergilir berapa orang. Sekarang masih dicari formulanya,” imbuh Dewa Rai.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved