Breaking News:

Tak Ada Anggaran, Dana TPP Bangli Hanya Cukup Hingga September

Karenanya, pendanaan TPP untuk Oktober hingga Desember rencananya ditunda, dialokasikan pada 2021.

tribun bali/ fredy mercuri
Rapat DPRD Bangli membahas anggaran TPP, Selasa (4/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kalangan wakil rakyat Bangli meminta eksekutif tidak membuat kegiatan baru dalam pelaksanaan APBD Perubahan.

Dewan menegaskan, agar anggaran APBD Perubahan difokuskan untuk pembayaran kesejahteraan pegawai berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Hal itu terungkap pada rapat kerja antara Komisi III DPRD Bangli bersama Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli, Selasa (4/8/2020).

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi III I Made Sudiasa sempat meminta klarifikasi kepada eksekutif ihwal adanya pelaksanaan kegiatan pada APBD Perubahan.

Memang, dalam APBD Perubahan ada sejumlah anggaran, baik dari silpa, kewajiban provinsi dan sebagainya dengan total mencapai Rp 26 miliar.

Namun, anggaran tersebut telah memiliki peruntukan sesuai dengan aturan.

“Kami khawatir dalam kondisi keprihatinan Covid- 19 ini, masyarakat seolah ‘di-ninabobokkan’. Itu yang terjadi di masyrakat. Karenanya hari ini kami bedah bersama BKPAD,” ucapnya.

Sudiasa mengatakan, dari Rp 26 miliar, anggaran yang tersisa hanyalah Rp 4,6 miliar.

Dengan sisa anggaran itu, ada kegiatan yang harus diutamakan yakni berkaitan dengan TPP.

Ini mengingat pembayaran TPP dari Pemkab hanya mampu hingga sembilan bulan, dimana tiap bulannya membutuhkan anggaran hingga Rp 9 miliar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Bambang Wiyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved