Breaking News:

Usia 60 Tahun, Sembuh dari Covid, Meninggal Sakit Jantung

Pasien 60 tahun itu menjalani perawatan di RS Pratama Giri Emas 12 hari, hasil tes swab pertama dan keduanya positif, ketiga negatif Covid.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng, Gede Suyasa menyebutkan, ada satu mantan pasien Covid- 19 asal Kecamatan Buleleng, yang meninggal dunia pada Selasa (4/8/2020) dini hari.

Pasien berusia 60 tahun itu menjalani perawatan di RS Pratama Giri Emas selama 12 hari, hasil tes swab pertama dan keduanya positif Covid- 19.

Namun tes swab ketiga, hasilnya sudah negatif.

Kendati sudah negatif dari Covid- 19, pasien masih tetap dirawat di RS Pratama Giri Emas karena dokter harus melakukan treatment terhadap penyakit jantung yang juga dialami pasien tersebut.

"Dua hari setelah pasien dinyatakan negatif dari Covid- 19, pasien meninggal dunia, tepatnya pada Selasa dini hari. Dia meninggal karena penyakit jantungnya, bukan karena Covid. Kasus meninggalnya pasien ini memang sempat menjadi pertanyaan warga, apakah pasien meninggal karena Covid atau karena penyakit penyerta. Jadi saya tegaskan yang bersangkutan meninggal karena sakit jantung," tegas Suyasa.

Meski dinyatakan negatif Covid- 19, dokter tetap memutuskan untuk melakukan disinfeksi terhadap jenazah pasien tersebut.

Tujuannya, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Disinfeksi ini dilakukan atas persetujuan keluarga pasien. Jadi peti jenazahnya juga sudah dilakukan disinfeksi, sehingga petugas BPBD melakukan proses kremasi tidak lagi menggunakan APD lengkap, karena peluang terjadinya penularan bisa dicegah lewat proses disinfeksi itu. Jenazah sudah dikremasi jam tiga sore tadi (kemarin)," tutup Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved