Breaking News:

Baru Satu Desa Wisata di Klungkung Persiapkan Sertifikasi Protokol Kesehatan

Padahal persyaratannya tidak terlalu sulit untuk desa wisata, yang penting protokol kesehatan terpenuhi.

tribun bali/ eka mita suputra
Situasi di desa wisata Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Selain akomodasi wisata, setiap desa wisata juga harus melakukan sertifikasi protokol kesehatan, untuk dapat kembali menerima kunjungan wisatawan.

Dari 18 desa wisata di Klungkung, sementara ini baru Desa Bakas di Kecamatan Banjarangkan yang telah melakukan persiapan untuk sertifikasi.

Plt Kadis Pariwisata Klungkung IB Mas Ananda menjelaskan, saat ini persiapan telah dilakukan oleh Desa Bakas.

"Padahal persyaratannya tidak terlalu sulit untuk desa wisata, yang penting protokol kesehatan terpenuhi," jelas IB Mas Ananda, Selasa (4/8/2020).

Untuk mendapatkan sertifikat protokol kesehatan, setiap desa wisata harus memenuhi beberapa standar seperti menyediakan tempat cuci tangan di setiap destinasi yang ada di wilayahnya.

Adanya pengukuran suhu tubuh dan memastikan ada ketentuan jaga jarak saat pengunjung berada di suatu destinasi.

Di destinasi juga harus ada poster atau informasi yang mengingatkan para pengunjung untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Desa wisata lainnya belum ada mengajukan, dan kita harus jemput bola ke desa. Kemarin saya koordinasi ke Kabid terkait hal ini," jelas Mas Ananda.

Di Klungkung ada 18 desa yang dinobatkan menjadi desa wisata, yakni Desa Tihingan, Timuhun, Bakas, Kamasan, Tegak, Gelgel, Besan, Pesinggahan, Paksebali, Jungut Batu, Lembongan, Desa Ped, Batukandik, Tanglad, Pejukutan, Batununggul, Kelumpu, dan Suana.

"Mungkin saja sosialisasi yang kurang, atau mungkin dikira rumit untuk lengkapi persyaratan sertifikasi itu. Padahal untuk desa wisata ini tidak rumit, dibandingkan akomodasi wisata. Nanti kita akan turun untuk jajaki semua desa wisata ini," jelasnya.

Sementara untuk akomodasi wisata, dari 600 lebih hotel dan restoran, baru 19 yang mengurus sertifikasi.

Mas Ananda berharap, para pengelola akomodasi wisata bisa segera memenuhi persyaratan itu sebelum dibukanya pariwisata untuk domestik per 31 Agustus mendatang. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved