Breaking News:

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Transportasi Udara Melalui Safe Travel Campaign

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Transportasi Udara Melalui Safe Travel Campaign

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana pengecekan syarat dokumen perjalanan di terminal kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Para pemangku kepentingan di industri penerbangan seperti Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia berupaya menjaga momentum pulihnya lalu lintas penerbangan dengan mencanangkan Safe Travel Campaign.

Safe travel campaign ini juga turut digagas oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), guna mensosialisasikan safe travel campaign untuk penerapan di industri penerbangan dan pariwisata diadakan pertemuan seluruh pemangku kepentingan.

Pertemuan diadakan di Novotel Bali Ngurah Rai Airport, Kamis (6/8) kemarin dan dihadiri oleh Ketua INACA Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani, Rahmat Hanafi, selaku Direktur Teknik Garuda Indonesia, 

Direktur Utama PT. Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Menurut Denon, tidak dipungkiri bahwa saat ini ada sebuah persepsi di tengah masyarakat yang harus diluruskan, yaitu kekhawatiran yang menyebutkan bahwa terdapat risiko besar terjadinya penularan Covid-19 saat kita berpergian dengan menggunakan pesawat. 

Padahal hal tersebut kurang tepat, hal ini didasari oleh penelitian dari Penasehat Medis dari Internasional Transport Association (IATA) bernama Dr. David Powell yang menyebutkan bahwa sangat kecil terjadinya penularan virus Covid 19 di dalam pesawat.

Penelitian tersebut diawali dengan menanyakan kontak medis dari 18 maskapai atau sekitar 14 persen global traffic tentang kasus dugaan transmisi Covid-19 dalam penerbangan. 

“Hasilnya tiga kejadian diduga penumpang ke crew, empat kejadian pilot ke pilot tetapi waktunya tidak diketahui dan yang terakhir tidak ada kejadian penumpang ke penumpang," kata Denon, Jumat (7/8/2020).

Tidak sampai disana saja, Dr. David Powell melakukan pemeriksaan yang lebih rinci terhadap empat maskapai dengan tindak lanjut kesehatan masyarakat dari 1100 kasus yang dikonfirmasi pasca-penerbangan dan hasilnya tidak ada kasus sekunder yang diketahui di antara penumpang lain dan dua kejadian dari kemungkinan kasus crew.

Ditegaskan oleh Denon, bahwa dari hasil tersebut Dr. David Powell membuat sebuah analisa untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 saat di dalam pesawat yang dibagi menjadi tiga hal. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved