Breaking News:

Pemprov Bali Mulai Bangun SMA Negeri 1 Abang Seluas 1,4 Hektar, Bakal Selesai 17 Desember 2020

Pemprov Bali secara resmi telah memulai pembangunan SMA Negeri 1 Abang yang berlokasi di Desa Tista,

Pemprov Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) melakukan petakkan batu pertama pembangunan SMA Negeri 1 Abang, Sabtu (8/8/2020). Peletakan batu pertama ini sebagai tanda dimulainya pembangunan sekolah yang berlokasi di Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem tersebut 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara resmi telah memulai pembangunan SMA Negeri 1 Abang yang berlokasi di Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Pembangunan SMA Negeri 1 Abang ini dilakukan setelah Pemprov Bali menerima aspirasi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem, I Gede Dana.

Dana menyampaikan bahwa sudah sekian tahun anak-anak di Kecamatan Abang harus menempuh pendidikan SMA negeri dengan jalur yang cukup jauh, yakni di Kecamatan Kubu, Karangasem.

Atas kondisi itu, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) secara simbolis melakukan petakkan batu pertama SMA Negeri 1 Abang, Sabtu (8/8/2020).

Kisah Pemilik Warung yang Berdekatan dengan Gunung Sinabung, Anto Belajar Mengenali Tanda Alam Ini

4 Drakor Ini Bergenre Sci-fi, Tayang Bulan Agustus 2020, Begini Sinopsis Lengkapnya

Pangdam IX/Udayana Bakar Semangat Prajurit di Tapal Batas

Ia menegaskan, pembangunan SMA Negeri 1 Abang ini dilakukan tanpa melalui pembebasan lahan, karena berdiri diatas tanah milik Pemprov Bali seluas 1,4 hektare.

"Saya telah merespon seluruh masukan masyarakat Bali termasuk masyarakat Karangasem, yang pada umumnya mereka kesulitan mendapatkan hak pendidikan di SMA/SMK Negeri, karena sudah selama 10 tahun tidak ada pembangunan sekolah SMA/SMK Negeri di Pulau Bali ini," kata Koster dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Minggu (9/8/2020).

Sebagai mantan anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang membidangi dunia pendidikan di Indonesia, Koster mengaku merasa terharu jika mendengar ada anak didik di pedesaan tidak bisa sekolah atau jauh mendapatkan sekolah SMA/SMK negeri.

"Saya malunya minta ampun dan sedih," kata Koster dalam acara yang juga dihari oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa dan Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi itu.

"Karena itu, program pendidikan wajib belajar 12 tahun ini saya prioritaskan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, agar masyarakat mendapatkan hak pendidikan wajib belajar 12 tahun," imbuh Koster.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved