Breaking News:

Tolak Kremasi Jenazah di Wilayahnya, Warga Kampung Baru Berdalih Tak Diedukasi Tentang Covid

Persoalannya, pemerintah maupun pemilik yayasan kremasi sebelumnya tidak melakukan sosialisasi kepada warga.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Warga Kampung Baru Buleleng Tolak Rencana Kremasi Jenazah Covid-19, Lurah Made Oka Gelar Mediasi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Paska-aksi penolakan kremasi terhadap jenazah positif Covid- 19, Lurah Kampung Baru, Buleleng I
Gusti Made Oka menggelar mediasi dengan sejumlah warganya, Senin (10/8/2020).

Mediasi untuk mendengarkan alasan warga melakukan aksi penolakan hingga videonya viral di Facebook.

Perwakilan warga, Wawan Budianto menyebut, sejatinya warga tidak menolak jenazah positif Covid- 19 dikremasi di wilayah mereka.

Namun persoalannya, pemerintah maupun pemilik yayasan kremasi sebelumnya tidak melakukan sosialisasi kepada warga.

Sehingga saat jenazah asal Kecamatan Sawan itu dibawa petugas BPBD Buleleng ke Kelurahan Kampung Baru untuk dikremasi, warga terkejut.

"Jujur kami sangat syok, tiba-tiba melihat ada petugas menggunakan APD lengkap masuk ke wilayah kami, bawa jenazah. Ada salah satu warga kami yang nyaris pingsan melihat hal itu, karena ketakutan. Karena sebelumnya memang pemerintah, polisi, TNI maupun pemilik yayasan tidak menginformasikan ke kami bahwa akan ada jenazah positif Covid yang mau dikremasi di wilayah kami. Akhirnya kami minta agar jenazah itu segera dibawa pergi dari wilayah kami," papar Wawan.

Wawan mengakui, penolakan itu dilakukan karena sebagian besar warga di Kampung Baru tidak mengetahui jika proses penanganan jenazah Covid- 19 dapat dilakukan dengan kremasi.

Warga menilai jika jenazah positif Covid- 19 dikremasi akan menimbulkan penularan virus di wilayah mereka.

"Kami tidak tahu kalau protokol penanganan jenazah Covid, bisa dilakukan dengan kremasi. Jadi sangat wajar masyarakat melakukan aksi penolakan," ucapnya.

Melalui pertemuan kemarin, Wawan meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 untuk melakukan edukasi terlebih dahulu kepada warga, agar paham dan mengerti teknis penanganan Covid- 19.

"Perkara nanti kami menerima atau tidak, yang penting beri edukasi dulu. Karena kami sangat buta dengan informasi penanganan Covid- 19 ini. Kemudian, ada nggak jaminan, warga kami tidak tertular virus jika proses kremasi dilakukan di wilayah kami. Mungkin untuk jenazah dan petugas tidak menularkan virus karena sudah pakai APD. Bagaimana dengan keluarga yang pasti sudah kontak erat, kemudian tanpa sengaja bersentuhan dengan warga kami," jelasnya.

Lurah Kampung Baru I Gusti Made Oka menyebut, dirinya juga tidak menerima informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng, bahwa ada jenazah positif Covid- 19 yang akan dikremasi di wilayahnya pada Sabtu (8/8/2020).

Oka akan segera melaporkan usulan warganya ini ke camat Buleleng.

"Kami akan mengadakan pertemuan lebih detail, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan Covid- 19. Saya akan koordinasikan dulu dengan camat Buleleng, pihak yayasan kremasi juga nanti akan diundang," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved