Breaking News:

Sponsored Content

Komitmen pada Pelestarian Lingkungan, Bupati Suwirta Jadi Narasumber Revitalisasi Bumi Kemenparekraf

Menurutnya Kabupaten Klungkung sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, memproduksi sampah cukup tinggi.

ist
Bupati Suwirta Jadi Narasumber Revitalisasi Bumi Kemenparekraf 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta  menghadiri acara Bincang-Bincang dan Launching Kegiatan Revitalisasi Bumi sekaligus didaulat sebagai narasumber.

Acara tersebut berlangsung di Lobby Lounge Conrad Bali Hotel Tanjung Benoa, Badung, Rabu (12/8/2020).

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam kesempatan tersebut mengatakan, sejak pertama kali menjabat dirinya telah memiliki komitmen dalam menjaga pelestarian lingkungan. 

Menurutnya Kabupaten Klungkung sebagai salah satu destinasi wisata di Bali,  memproduksi sampah cukup tinggi.

Wajar Donald Trump Meradang, Ternyata TikTok Diam-diam Mengumpulkan Data Pengguna Android

Jerinx SID Ditetapkan Jadi Tersangka dan Ditahan, IDI: Kami Apresiasi Langkah Aparat Penegak Hukum

Ini Profil Kamala Harris, Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demorat yang Jadi Pasangan Joe Biden

Beberapa kali pihaknya mencoba metode pengolahan sampah, hingga saat ini Klungkung punya strategi pengelolaan sampah sendiri, yakni program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

Ini sebagai bentuk dukungan dari regulasi Gubernur Bali tentang pengolahan sampah.

Salah satu produk unggulannya adalah produksi briket bahan bakar yang dibuat dari fermentasi cacahan sampah organik dan anorganik.

Pemkab Klungkung bekerja sama dengan Indonesia Power dan STT PLN untuk program waste to energy yaitu briket sebagai sumber energi bio massa karena sampah organik paling dominan tiap hari.

 Tidak hanya itu, program TOSS  juga dikonsep secara terintegrasi.

"Program ini sudah masuk inovasi TOP 40 Nasional dan dikembangman menjadi tempat pembelajaran pengolahan sampah yang disebut TOSS Center" Ujar Bupati Suwirta yang saat itu juga hadir bersama Sekda Gede Putu Winastra.

Lebih lanjut Bupati suwirta juga mengingatkan untuk kedepannya  tidak cukup dengan regulasi, melainkan masyarakat harus dipaksa untuk melakukan pemilahan sampah plastik dan organik.

" kunci utama dalam penuntasan masalah lingkungan ini adalah eksekusi dilapangan, terun langsung mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah, " tandasnya.

Acara tersebut yang juga berlangsung dengan live streaming, diisi dengan narasumber Ir. Rizki Handayani, MBTM Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwnsata Dan Ekonomi Kreatif, Drs. l Gede Ardika, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik lndonesua (Periode 2001-2004),  Swietenia Puspa Lestari, Founder dan Executive Director of Divers Clean Action, Jolene Marie Cholock-Rotinsulu, Puteri Indonesia Lingkungan 2019 dan Cipto Aji Gunawan Tim Ahli Gubernur Bidang Pariwisata. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved