Breaking News:

Beijing Merespons saat AS Kirim Pesawat Mata-mata, PLA Latihan Anti-pesawat di Laut China Selatan

Amerika Serikat diketahui telah meningkatkan kegiatan pengintaiannya di dekat pantai selatan China dalam beberapa pekan terakhir.

Editor: Wema Satya Dinata
Youtube CGTN
Ilustrasi-Angkatan laut China 

TRIBUN-BALI.COM - Beijing tak mau tinggal diam saat Amerika Serikat (AS) mengirimkan pesawat mata-mata atau pengintai di wilayah Laut China Selatan.

Amerika Serikat diketahui telah meningkatkan kegiatan pengintaiannya di dekat pantai selatan China dalam beberapa pekan terakhir.

Merespons tindakan Amerika Serikat itu, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) baru-baru ini mengadakan serangkaian latihan Anti-pesawat di lepas Laut China Selatan.

Melansir China Central Television (CCTV), brigade senjata gabungan Angkatan Darat Grup ke-75 PLA menggelar latihan penembakan pertahanan udara di lepas Laut China Selatan yang masuk Provinsi Guangdong.

9 Gejala Penyakit Diabetes yang Kerap Tak Disadari Penderita

RSUD Karangasem Siapkan Ruangan Jika Ada Tambahan Pasien Covid-19

Pamit Masak Tapi Tak Kunjung Kembali, Seorang Ibu di Tabanan Ditemukan Meninggal di Gudang

Selama latihan, unit radar mengidentifikasi target tiruan saat memasuki ruang udara China kemudian melaporkan lokasi, arah, ketinggian, dan kecepatannya ke pasukan senjata anti-pesawat.

Empat senjata anti-pesawat self-propelled secara bersamaan lalu melepaskan tembakan dalam dua hingga tiga detik, ketika puluhan peluru membentuk rentetan ke langit, menurut laporan CCTV.

Mengutip situs berita eastday.com, Global Times menyebutkan, dua jenis senjata anti-pesawat terlibat dalam latihan tersebut.

Pertama, PGZ-09 laras kembar 35 mm, artileri anti-pesawat self-propelled China yang paling canggih.

Kedua, PGZ-95 laras empat 25 mm.

"PGZ-09 dan rudal pertahanan udara HQ-17 dapat membentuk kombinasi pertahanan udara Angkatan Darat yang paling kuat di dunia," kata eastday.com dilansir dari Kontan dalam artikel 'AS kirim pesawat pengintai, China latihan pertahanan udara di Laut China Selatan'

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved