Breaking News:

Corona di Bali

BREAKING NEWS-Kabar Duka, Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Meninggal Dunia

Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Meninggal Dunia, Hasil Swab Positif Covid-19

Istimewa
Foto almarhum Prof Dr Anak Agung Istri Ngr Marhaeni MA semasa hidup 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Guru besar Pendidikan Bahasa Inggirs, di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, bernama Prof Dr Anak Agung Istri Ngr Marhaeni MA meninggal dunia di salah satu rumah sakit yang ada di Denpasar, Bali, pada Sabtu (15/8/2020) pagi. 

Almarhum meninggal dengan hasil swab test positif Covid-19.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia Undiksha, Prof Dr I Wayan Lasmawan.

"Ya benar salah satu dosen kami telah berpulang tadi pagi. Kami cicitas akademika turut berduka cita dan merasa sangat kehilangan atas kepergian beliau," ucap Lasmawan.

Covid-19 di Vietnam Kembali Bergolak, Yabes Tanuri: Tunggu Keputusan AFC

5 Zodiak Ini Pandai Berbicara Manis, Membuat Lawan Bicaranya Merasa Penting

Promo Alfamart 15 Agustus 2020, Minyak Goreng Rp 23.500, Beras Rp 61.000, Pakai Gopay Lebih Murah

Imbuh Lasmawan, almarhum dirawat di rumah sakit sejak Kamis (13/8/2020).

Dan berdasarkan informasi yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, hasil swab test almarhum memang positif Covid-19.

Rencananya, jenazah guru besar asal Kabupaten Klungkung ini akan dikremasi di Krematorium Cekomaria, Denpasar, Bali, pada siang (15/8/2020) ini.

Mengingat terdapat salah satu guru besar yang positif terpapar Covid-19Undiksha telah mengeluarkan kebijakan untuk Bekerja dari Rumah (BDR) secara total bagi semua pegawai Badan Layanan Umum Undiksha, terhitung sejak hari ini, Sabtu (15/8/2020) hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

"Segala bentuk aktivitas kampus dilakukan secara online. Kita semua bekerja dari rumah. Dan sudah hampir dua minggu ini almarhum tidak pernah ke kampus, karena kampus masih menerapkan daring dan tidak ada tatap muka," jelas akademisi asal Kintamani, Bangli ini.

Selain itu, Lasmawan juga menyebut, sejak diterapkannya new normal, pihaknya juga telah menerapkan protokol pencegahan Covid-19, dengan rutin melalukan penyemprotan disinfektan di semua lingkungan kampus, menyiapkan handsanitizer, serta instrumen lain yang dibutuhkan sesuai SOP pencegahan Covid-19.

Atas kejadian ini, Lasmawan mengaku pihaknya  sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng untuk melakukan tracing serta melakukan rapid test atau swab test kepada semua staf di Undiksha yang sempat melakukan kontak dengan almarhum. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved