Liga Champions
Gerard Pique Serukan Perubahan Radikal Barcelona Setelah Digilas Muenchen
Pique bahkan siap untuk meninggalkan Barcelona agar klubnya berubah menjadi lebih baik.
TRIBUN-BALI.COM - Bek Barcelona Gerard Pique menyerukan perubahan radikal dari atas ke bawah setelah timnya dihancurkan 2-8 oleh Bayern Muenchen di babak perempat final Liga Champions, Jumat malam atau Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB.
Kekalahan dianggap menjadi malam tergelap dalam sejarah klub Katalunya tersebut.
"Kami merasa hancur, malu adalah kata yang cocok menggambarkan perasaan saya atas kekalahan ini. Kami tidak mampu untuk bersaing seperti ini karena ini bukan yang pertama, kedua atau ketiga kalinya hal ini terjadi," kata Pique yang terlihat berkaca-kaca saat melakukan wawancara kepada wartawan seusai pertandingan seperti dilansir Reuters pada Sabtu (15/8).
"Ini sangat menyakitkan, tetapi saya harap ini memiliki tujuan tertentu."
Pique bahkan siap untuk meninggalkan Barcelona agar klubnya berubah menjadi lebih baik.
• Luis Suarez Butuh Waktu 4 Tahun Bobol Gawang Bayern Muenchen
• Ramalan Zodiak Kesehatan 15 Agustus 2020, Virgo Lakukan Kegiatan yang Membuatmu Bahagia
• Orang Tak Dikenal Memasuki Rumah Warga Tanpa Izin di Denpasar, Terekam CCTV Intip-intip Mobil
Bek Spanyol berusia 33 tahun tersebut adalah salah satu pemain yang masih bertahan dari skuat juara Liga Champions 2009 ketika dan memulai era keemasan Barcelona di bawah pelatih Pep Guardiola.
Pique juga menyiratkan bahwa para petinggi Barcelona bersalah, termasuk presiden Josep Maria Bartomeu, atas kesulitan yang dihadapi timnya saat ini dan ingin adanya perubahan di posisi teratas klub tersebut.
"Kami semua perlu merefleksikan secara mendalam, klub membutuhkan banyak perubahan, saya tidak berbicara tentang pelatih, pemain - saya tidak ingin menunjuk siapa pun tetapi klub membutuhkan perubahan pada level struktural," katanya.
"Bila darah baru perlu datang untuk klub menjadi lebih baik maka saya siap diganti dan saya akan menjadi orang pertama yang pergi bila perlu, karena tampaknya kami telah mencapai titik terendah."
"Kami semua harus merenungkan tentang apa yang terbaik untuk klub dan untuk Barca."
Pelatih Barca Quique Setien sudah pasti bakal menjadi sasaran kritik atas kekalahan memalukan tersebut.
Ketika ditanya apakah ia bakal tetap melatih Lionel Messi cs musim depan, eks pelatih Real Betis tersebut enggan berspekulasi.
"Saya tidak akan membahas semua itu karena saya baru berada di sini selama enam bulan, tetapi mengingat ini adalah Pique, pasti sebagian dari apa yang ia katakan benar," kata pelatih berusia 61 tahun itu.
"Saat ini kami merasa sangat frustrasi dan yang bisa kami lakukan hanyalah membuat kesimpulan dan memikirkan masa depan. Barca adalah klub yang sangat hebat sehingga ini akan menyebabkan banyak kerugian bagi kami dan jelas beberapa hal harus diubah," kata Setien.
"Sebenarnya ini adalah kekalahan yang sangat menyakitkan," ujarnya.
Pemain Bayern Muenchen Rayakan Kemenangan
Pelatih Bayern Muenchen Hansi Flick membiarkan para pemainnya melakukan selebrasi kemenangan besar 8-2 atas Barcelona di perempat final Liga Champions selama satu hari, sebelum kembali fokus ke pertandingan selanjutnya.
Flick mengatakan para pemainnya sekarang harus tidak jemawa jelang semifinal melawan pemenang pertandingan antara Manchester City lawan Olympique Lyonnais.
Ia adalah asisten pelatih timnas Jerman yang menghancurkan tim tuan rumah Brasil 7-1 di Piala Dunia 2014 sebelum menjadi juara di ajang tertinggi sepak bola tersebut.
"Anda tahu bahwa saya tidak melihat ke belakang karena hanya saat ini dan sekarang yang penting," kata Flick kepada wartawan ketika ditanya perbandingan dengan kemenangan timnas Jerman pada 2014.
"Ya, kami memainkan permainan yang luar biasa dan kami bisa bahagia tetapi kami semua tahu kami masih memiliki kerja keras yang harus dilakukan bila kami ingin berdiri di tempat yang kami inginkan," tambah pelatih asal Jerman berusia 55 tahun tersebut.
Bayern telah memenangkan liga dan piala domestik dan ingin mengulang musim treble mereka pada 2013.
"Kami tahu seberapa cepat hal itu bisa terjadi dalam sepak bola. Kami harus mengisi ulang mulai besok untuk semifinal," kata Flick.
"Ini adalah kemenangan dan kami ingin mencapai semifinal. Oke, itu (kemenangan) mengesankan, kami menetapkan penanda kecil tetapi pemain berpengalaman tahu bahwa pertandingan berikutnya menunggu dan kami akan membutuhkan performa yang sama."
"Biarkan kemenangan itu meresap, lalu mulai kembali menganalisa dan bersiap untuk semifinal," demikian Flick.
Sumber: antaranews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/messi-tertunduk-123.jpg)