Breaking News:

Sponsored Content

Suiasa Buka Lomba Mancing Pemangku di Mengwi, Penanaman Pohon Cemara di Pura Batu Bolong Canggu

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka lomba mancing bagi para pemangku dan prajuru Desa Adat Mengwi di wilayah Kolam Pancing Taman Sari

Pemkab Badung
Wabup Suiasa membuka lomba mancing bagi para Pemangku dan Prajuru Desa Adat Mengwi di wilayah Kolam Pancing Taman Sari, Badung, Bali, Minggu (16/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Untuk menanggulangi kejenuhan bagi para pemangku (orang yang disucikan) saat pandemi Covid-19, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka lomba mancing bagi para pemangku dan prajuru Desa Adat Mengwi di wilayah Kolam Pancing Taman Sari, Badung, Bali, Minggu (16/8/2020).

Lomba mancing yang ditandai dengan pelepasan ikan lele dan diberikan kehormatan mincing tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Badung dapil Mengwi I Nyoman Satria, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, dan para tokoh Desa Mengwi.

Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa mengatakan berkenaan dengan kehadirannya adalah memenuhi undangan para pemangku dalam hal melakukan kegiatan melilacita dalam lomba mancing.

Menurutnya kegiatan itu sangat positif, pasalnya kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari semua elemen masyarakat dalam hal untuk menyukseskan apa yang menjadi harapan pemerintah di Kabupaten Badung dan Provinsi Bali untuk mewujudkan Sat Kertih Loka Bali.

Dalam hal ini yakni Danu Kertih dan Wana Kertih, yaitu pelestarian alam, tumbuh-tumbuhan, dan juga air serta seluruh daerah aliran sungai.

Menurutnya, lomba mancing ini dilakukan sebagai bentuk peduli dengan lingkungan, yang dikemas dalam sebuah hiburan.

Namun  katanya di dalamnya mengandung sebuah makna, yaitu melestarikan lingkungan.

Lomba mincing ini menurutnya sudah menyatakan bahwa pelestarian lingkungan merupakan salah satu dari enam prinsip pembangunan, yaitu Pro Environment yang berpihak pada lingkungan.

“Kehadiran saya ini selalu memberikan motivasi dan selalu memberikan sosialisasi betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga keseimbangan bhuana agung dan bhuana alit. Ini memang semuanya harus kita pelihara sebaik-baiknya dalam upaya mewujudkan apa yang dinamakan kesukertanjagat,” katanya.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengwi AA  Gede Gegel melaporkan tujuan dilaksanakan lomba memancing ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 75, serta menghibur para pemangku agar tidak stres atas kegiatan sehari-hari terutama dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved