Breaking News:

Angin Mendukung, Hanya 2 Motor Paralayang Berhasil Kibarkan Merah Putih di Langit Kota Gianyar

Rencana menaikkan sembilan unit motor paralayang, dalam Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 RI di Kabupaten Gianyar, tidak berjalan mulus, Senin

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Paralayang saat mengudara di langit Kota Gianyar serangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 RI, Senin (17/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Rencana menaikkan sembilan unit motor paralayang, dalam Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 RI di Kabupaten Gianyar, tidak berjalan mulus, Senin (17/8/2020).

Disebabkan angin tidak mendukung, maka yang berhasil dinaikkan untuk mengibarkan bendera merah putih hanya dua unit.

Data dihimpun Tribun Bali di lapangan, para pilot motor paralayang yang terdiri dari dua jenis, yakni paratrike dan paramotor telah bersiap di Pantai Keramas, Blahbatuh sejak pukul 08.00 Wita.

Rencana awalnya, satu unit paratrike akan terbang mengibarkan bendera selebar 4 meter x 10 meter, sementara delapan unit paramotor mengibarkan bendera ukuran 2 meter x 6 meter.

Upacara Bendera HUT ke-75 RI, Presiden Jokowi Pakai Baju Adat Timor Tengah Selatan NTT

Pelaksanaan Upacara HUT ke-75 RI di Denpasar Digelar Sederhana dan Peserta Terbatas

Berikut Kumpulan Ucapan Hari Kemerdekaan Ke-75 RI yang Bisa Memantik Semangat Nasionalisme

Persiapan mengudara dihadiri oleh, Kepala Operasional Lanud I Gusti Ngurah Rai, Letkol Iswahyudi, Kabag Operasiona Polres Gianyar, Kompol I Wayan Latra, Kasatpol Air Polres Gianyar, IPTU I Wayan Antariksa serta pejabat di Pemkab Gianyar.

Namun, situasi angin tidak mendukung untuk menerbangkan ke sembilan paralayang, maka yang berhasil naik hanya dua unit, yakni paratrike yang membawa bendera 4 meter x 10 meter dan satu unit paramotor.

Dua unit benda tersebut mengitari langit Kota Gianyar dengan aman, hingga berahir sekitar pukul 10.15 Wita.

Sementara di Kantor Bupati Gianyar yang menjadi lokasi upacara kemerdekaan, jumlah peserta terbatas, di mana setiap instansi diwakili oleh 10 orang, mulai dari TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan undangan kehormatan lainnya.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, meskipun upacara ini diikuti oleh sedikit peserta, namun hal ini tidak mengurangi rasa hormat, cinta dan rasa nasionalisme pada negara.

“Yang lebih penting adalah, kemerdekaan harus diwujudkan setiap hari.

Dan, hal itu tentunya harus dilakukan dengan bergotong-royong setiap komponen masyarakat.

Jika masyarakat tidak mau bekerjasama, maka apa yang dilakukan oleh pemimpinnya tidak akan berhasil maksimal,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved