Corona di Indonesia
Obat Covid-19 Temuan Unair & TNI AD Tunggu Izin Edar BPOM,Tingkat Kesembuhan Diyakini Lebih dari 90%
Tim gabungan tersebut baru saja menyelesaikan uji klinis tahap ketiga obat untuk pasien Covid-19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit.
TRIBUN-BALI.COM - Ada kabar baik terkait perkembangan obat virus corona (Covid-19) di Indonesia.
Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, obat Covid-19 temuan Universitas Airlangga (Unair), TNI AD, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri tinggal menunggu izin edar.
"Obat ini tinggal menunggu izin edar dari BPOM," kata Andika yang sekaligus merupakan Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Mabes AD, Jakarta, Sabtu (15/8/2020), seperti dilansir dari Antara.
Tim gabungan tersebut baru saja menyelesaikan uji klinis tahap ketiga obat untuk pasien Covid-19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit.
• Ini Penyebab Tak Lolos Kartu Pra Kerja Gelombang 4, Jangan Diulang dan Simak Cara Daftar Gelombang 5
• Ini Agenda Pertama Presiden Jokowi pada HUT ke-75 RI
• 40 Ucapan Hari Kemerdekaan ke-75 RI, Untuk Status Instagram, WhatsApp, hingga FB
Obat tersebut merupakan kombinasi tiga jenis obat.
Rinciannya, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline, serta Hydrochloroquine dan Azithromyci.
Selanjutnya, Andika pun akan bertemu dengan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka mempercepat izin edar untuk obat tersebut.
Lebih lanjut, menurut Andika, proses produksi massal obat tersebut sudah tidak memiliki kendala.
"Makanya kami sudah langsung akan berbicara rencana produksi.
Siapa membuat apa, yang akan membeli bahan baku bagaimana, kemudian anggaran dari pemerintahnya seperti apa," ujarnya.
Nantinya, obat ini diperkirakan akan disubsidi pemerintah sehingga tidak dijual bebas.
Sementara itu, Rektor Unair Mohammad Nasih mengklaim obat tersebut menjadi obat Covid-19 pertama di dunia.
"Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat COVID-19 pertama di dunia," ucap Nasih.
Menurutnya, tiga jenis obat yang dikombinasikan untuk menjadi obat baru ini biasanya diberikan secara terpisah kepada pasien.
• Ini Manfaat Air Beras untuk Kecantikan, Mencerahkan Kulit Wajah hingga Mengatasi Rambut Rontok
• Pesan Moral di Balik Google Doodle Hari Kemerdekaan Indonesia
• Asri Maulana, Jadi Paskibraka di Istana di Kala Pandemi, Jalani 6 Kali Swab Hingga Hidung Berdarah
Namun, Unair mengkombinasikan ketiga jenis obat tersebut.
Ia pun mengklaim obat baru itu memiliki efektivitas hingga lebih dari 90%.
"Setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98% efektivitasnya," tuturnya.(*)