Corona di Bali
Triwulan Kedua, Pertumbuhan Ekonomi Bali Minus 10.98 Persen
Triwulan Kedua, Pertumbuhan Ekonomi Bali Minus 10.98 Persen, Rp 9.7 Triliun Transaksi Batal Setiap Bulannya
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, pandemi Covid-19 menekan pertumbuhan ekonomi Bali.
Pada Triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi Bali minus 1.14 persen.
"Pada triwulan kedua pertumbuhan ekonomi Bali minus 10.98 persen," kata Cok Ace dalam acara Hybrid Drive in Concert di Gong Perdamaian, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Selasa (18/8/2020) petang.
Cok Ace mengatakan, ini merupakan kondisi paling terpuruk yang dicatat Provinsi Bali.
• Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Mendatangi Kodam IX/Udayana, Ini Tujuannya
• Kejagung Tahan 3 Oknum Jaksa yang Dijadikan Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan 63 Kepsek di Riau
• Lestarikan Lingkungan, Pemkab Badung Akui Sudah Tebar 1 Juta Benih Ikan
"Beberapa bencana sebelumnya belum pernah menyentuh angka ini," katanya.
Bahkan Bali berada pada posisi terendah dibandingkan provinsi lain di seluruh Indonesia.
Hal ini tidak hanya menimpa sektor pariwisata namun pekerja event seni juga ikut terdampak.
"Tadinya pertanian saya kira tidak terdampak, ternyata terdampak karena hotel tidak bisa lakukan kegiatan sebagaimana mestinya," ucapnya.
Cok Ace menambahkan, Rp. 9.7 triliun transaksi batal setiap bulannya.
"Kalau setahun ada Rp. 115 triliun lebih transaksi batal. Devisa Bali hilang dari sektor pariwisata," katanya. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakil-gubernur-bali-tjokorda-oka-artha-ardana-sukawati-cok-ace-menjadi-narasumber.jpg)