Breaking News:

BNN Bali Tangkap 3 Pengedar Sabu di Singaraja

BNN Bali menangkap tiga pengedar sabu di Singaraja, pengungkapan kasus jaringan peredaran gelap narkotika

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali mengungkap kasus jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu yang beredar di Singaraja, Buleleng, Rabu (19/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali mengungkap kasus jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu yang beredar di Singaraja, Buleleng, Rabu (19/8/2020).

Dalam kasus ini, BNN Bali menangkap tiga orang tersangka, yakni PS, KY, dan MES, yang sama-sama berasal dari Buleleng.

"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada peredaran sabu di daerah Bungkulan," kata Kabid Pemberantasan, BNN Bali Putu Agus Arjaya, dalam jumpa pers yang digelar di Kantor BNN Bali, Denpasar, Bali, Rabu (19/8/2020).

Setelah mendapatkan informasi, tim BNN kemudian melakukan penyelidikan, dan tim berhasil menangkap seorang pelaku yang berinisial PS dari Desa Bungkulan, Sawan, Buleleng pada Jumat (14/8/2020) sekitar pukul 14.00 wita. 

Tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor yang digunakan oleh PS, dan ditemukan 2 paket diduga narkotika berupa metamfetamina (sabu).

Dua paket tersebut disembunyikan di dalam bungkusan plastik berisi jajan bali yang ditaruh di gantungan motor. 

"BB setelah ditimbang di Kantor BNNP Bali diketahui memiliki berat keseluruhan 10,2 gram Brutto atau 9,84 gram Netto," kata Arjaya.

Setelah memeriksa PS, petugas kemudian mengamankan seorang perempuan berinisial KY, di rumahnya, Gang 1, Jl Sri Rama, Banjar Dinas Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Pada saat diinterogasi petugas, KY mengakui disuruh oleh suaminya, yakni MES, untuk menyerahkan dua paket sabu kepada pelaku PS. 

"Tersangka KY ini seorang ibu rumah tangga. Inilah sebetulnya sebagai operatornya yang membagi-bagikan sabu ini. Jadi sabu itu disimpan di tanah, kalau ada yang beli, nanti dia ambil di sana yang sudah dipecah, terus timbangannya ditaruh di tempat sembahyang," ucap Arjaya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved