Breaking News:

Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Jembrana Melakukan Sidak, Temukan Obat Berbahaya

Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, melakukan inspeksi mendadak, temukan obat berbahaya

Istimewa
Foto: Obat berbahaya yang dijual dan ditemukan oleh pihak Diskoperindag Jembrana, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah warung di kawasan Desa Tukadaya dan Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Dari sidak yang dilakukan, Selasa (18/8/2020) itu, petugas menemukan obat berbahaya.

Mulai dari obat sakit gigi, rematik hingga obat kuat atau kejantanan.

Alhasil, obat yang dilarang oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan itu pun diminta untuk tidak lagi diperjualbelikan.

Tentara Pemberontak Tahan Presiden dan Perdana Menteri Mali

Promo Alfamart Hari Ini 19 Agustus 2020, Diskon Minyak Goreng, Cemilan Hingga Deterjen

Paris Saint Germain Cetak Sejarah Lolos ke Final Liga Champions Pertama Kalinya

Kadis Koperindag Pemkab Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, dari beberapa toko dan warung di dua desa itu, pihaknya menemukan obat dan jamu berbahaya.

Seperti obat sakit gigi, rematik, jamu kuat pria yang dilarang beredar oleh Balai POM karena mengandung bahan kimia obat atau BKO.

Sebab, ada efek yang berbahaya mulai dari gangguan kesehatan hingga kematian akibat menenggak/mengonsumsi obat atau jamu tersebut.

"Tentu ini menjadi atensi kami untuk berupaya semaksimal mungkin untuk lebih menggencarkan lagi pertama melakukan pengawasan yang kedua tentu sosialisasi tentang barang-barang yang dilarang beredar oleh Balai POM dan membahayakan kesehatan manusia jika barang tersebut dikonsumsi," ucapnya.

Adinata menyebut, selain obat dan jamu, pihaknya juga menemukan minuman beralkohol yang dijual tanpa ijin edar.

Dan atas hal ini, pihaknya pun melakukan sosialisasi dan peringatan terhadap pemilik toko.

Bahkan, petugas juga menemukan di beberapa toko dan swalayan pewarna tekstil yang dijual bebas.

Bukan itu saja, makanan dan minuman (mamin) kadaluarsa pun masih dijual oleh pedagang.

"Sementara kami imbau supaya tidak menjual. Akan tetapi ketika masih diketahui bandel dan menjual ke masyarakat, maka akan ada penindakan dengan koordinasi dengan pihak Balai POM dan pihak terkait lainnya," bebernya. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved