Breaking News:

Penyuluh Bahasa Bali Klungkung Identifikasi 800 Lontar, Mulai Lontar Pengobatan Hingga Ilmu Hitam

Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung I Wayan Arta Dipta menjelaskan, selama program tersebut pihaknya banyak menemukam lontar

Istimewa
Penyuluh Bahasa Bali saat melalukan identifikasi dan konservasi lontar di Puri Agung Saraswati, Selasa (18/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung memulai program konservasi dan identifikasi lontar sejak tahun 2016.

Sejak itu pula, ada sekitar 800 lontar  di Klungkung yang sudah dikonservasi dan identifikasi.

Mulai dari lontar tentang pengobatan tradisional, hingga lontar tentang ilmu hitam.

Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung I Wayan Arta Dipta menjelaskan, selama program tersebut pihaknya banyak menemukam lontar yang sudah rusak dan tidak terawat.

Enam Pura di Tabanan Rencananya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Update Kasus Covid-19 di Kota Denpasar: 14 Pasien Sembuh, Kasus Positif Bertambah 10 Orang

Koster Ajak Masyarakat Kampanyekan Makanan Tradisional dari Bahan Pangan Lokal

Hal ini dikarenakan masyarakat tidak tau tentang cara merawat lontar.

Terlebih masyarakat banyak memandang lontar sebagai benda pusaka, yang tidak boleh sembarangan dibuka ataupun dibaca. Bahkan terkadang sangat dikeramatkan.

" Padahal lontar itu merupakan pustaka warisan leluhur, yang seharusnya bisa dibaca oleh generasi penerusnya," ungkap Wayan Arta Dipta.

Ia menjelaskan, banyak kebiasaan masyarakat yang selama ini salah dan membuat lontar cepat rusak.

Yakni banyak lontar yang dibungkus dengan kain kasa dan diletakkan di dalam kontak tanpa pernah dibuka.

Sehingga justru mengundang rayap yang merusak lontar.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved