Breaking News:

Anggaran Proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri Tersedia Penuh, Skema Peminjaman di Bank Dibatalkan

Anggaran mega proyek Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng saat ini telah tersedia penuh. Sehingga skema peminjaman di Bank oleh pihak rekanan dibatalk

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng nampaknya kini bisa bernapas lega.

Pasalnya, anggaran mega proyek Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng saat ini telah tersedia penuh.

Sehingga skema peminjaman di Bank oleh pihak rekanan dibatalkan.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha dikonfirmasi Kamis (20/8/2020) mengatakan, seusai kedatangan Gubernur di Buleleng beberapa waktu lalu, Pemprov Bali rupanya telah mencairkan dana bantuan untuk proyek revitalisasi Pasar Banyuasri sebesar Rp 55 Miliar.

Dana tersebut sudah masuk ke kas daerah.

Sementara dari TAPD Buleleng juga sebelumnya telah mem-posting dana sebesar Rp 20 Miliar di APBD Perubahan 2020.

Sehingga dipastikan, anggaran yang dimiliki untuk menyelesaikan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri cukup.

42 Pemangku dan 24 Orang Serati Banten di Kota Denpasar Ikuti Pendidikan & Pelatihan Tingkat Pemula

Sempat Dihentikan Karena Covid-19, Program Dokar Gratis di Denpasar Akan Dilanjutkan 3 Oktober 2020

BREAKING NEWS: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Waduk Muara Nusa Dua, Dekat Pura Candi Narmada

"Pak Sekda Buleleng tadi sudah menyampaikan bahwa kami diberi anggaran penuh untuk menyelesaikan proyek Pasar Banyuasri. Kami tentu merasa lega, karena sudah mendapatkan amunisi untuk menggenjot kembali pengerjaanya. Jadi dipastikan tidak ada peminjaman di bank," ucap Adiptha.

Mengingat anggaran sudah terisi penuh, Adiptha pun yakin mega proyek senilai Rp 159.5 Miliar tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, yakni hingga akhir Desember mendatang.

Sementara hingga saat ini, progres pengerjaan sudah mencapai 70 persen.

"Sekarang tinggal persiapan memasang lift dan eskalator, serta finishing interior. Kami juga sudah melakukan tes genangan dan tes beton, hasilnya sudah sesuai harapan. Jika pengerjaannya sudah selesai, kami akan melakukan upacara melaspas dulu, sehingga ditargetkan awal 2020 pedagang sudah bisa masuk berjualan," katanya.

Empat Kasus Covid-19 Baru di Jembrana, PNS Jembrana dan Perangkat Desa Terjangkit

Pekerjaan Ini Diperkirakan Bakal Hilang Pasca Pandemi Covid-19

Kapankah Kesuburan Wanita Akan Menurun? Berikut Batasan Usianya

Sementara saat disinggung terkait masa pemeliharaan bangunan dikatakan Adiptha berlangsung selama dua tahun.

Namun khusus untuk masa pemeliharaan konstruksi (pondasi) berlangsung lebih lama, yakni 10 tahun.

"Jadi kalau terjadi apa-apa di luar force majeure, pihak rekanan wajib melakukan pemeliharaan memelihara selama 10 tahun. Saat masa pemeliharaan, pedagang juga bisa masuk. Tapi saat serah terima dipastikan semuanya clear," tutup Adiptha. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved