Breaking News:

Corona di Bali

Ketua DPRD Gianyar: Pembukaan Wisman ke Bali Butuh Kerja Sama Masyarakat

Masih besarnya penambahan kasus Covid-19 di Bali, bahkan nasional, menyebabkan pintu masuk pariwisata untuk wisman belum dibuka

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Masih besarnya penambahan kasus Covid-19 di Bali, bahkan nasional, menyebabkan pintu masuk pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) belum dibuka.

Menurut Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta, pembukaan visa on arrival (VoA) ini, juga tidak akan berdampak maksimal terhadap kunjungan wisman, jika kasus positif Covid-19 tidak mengalami penurunan.

“Secara kumulatif, jumlah kasus Covid-19 secara nasional, bahkan di Gianyar sendiripun terus mengalami kenaikan, dengan klaster-klaster yang tidak sembarangan. Di Gianyar saja, jangankan masyarakat umum, kalangan pejabat saja sudah banyak yang kena. Bukan berarti yang kena ini tidak menaati protokol kesehatan, tapi bisa saja dia tak sengaja terpapar dari lingkungan yang sempat dikunjungi, dimana dalam lingkungan itu terdapat orang yang tidak disiplin,” ujar Tagel, Kamis (20/8/2020).

Politikus PDIP asal Tampaksiring ini mengatakan, jika semua pihak ingin situasi, khususnya pariwisata bisa kembali normal, kunci utamanya adalah sama-sama menaati prokes.

Tagel menilai, di saat kasus pasien terpapar Covid-19 semakin tinggi, tingkat kewaspadaan masyarakat semakin kendur.

Namun di sisi lain, pihak pemerintah juga mengalami kondisi yang sama.

“Saat ini saya perhatikan, Covid-19 makin merajalela, tapi tingkat kedisiplinan masyarakat mulai turun. Dan, pihak pemerintah juga sama. Di awal pandemi, penyemprotan disinfektan begitu massif, bukan hanya dilakukan pemerintah tetapi juga kelompok-kelompok masyarakat,” ujarnya.

Tagel menilai, mulai turunnya kegiatan pemerintah dalam memutus mata rantai, diduga dipengaruhi oleh masyarakat yang acuh.

Bahkan tidak jarang dikatakan ‘nyerem-nyerem’ atau berlebihan oleh masyarakat.

“Jika kita mau agar pariwisata kembali normal. Ayo sama-sama saling mendukung agar jumlah kasus menurun, dan bisa bisa secepatnya hilang,” ujarnya.

Tagel pun meminta masyarakat bercermin pada negara-negara yang telah berhasil menekan angka Covid-19.

Hal tersebut bisa terwujud karena ketaatan masyarakatnya pada protokol kesehatan, dan menghormati setiap kebijakan yang dikeluarkan.

“Bali tanpa wisatawan mancanegara itu tidak bisa. Sekarang saja banyak masyarakat yang menganggur. Mau sampai kapan kita seperti ini? Mari kita gotong-royong memutus mata rantai Covid,” tandasnya.

(*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved