Breaking News:

KPU Bangli Sosialisasikan Tahapan Pencalonan, Direncanakan Bakal Calon Jalani Tes Swab

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah mulai melaksanakan sosialisasi tahapan pencalonan.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua KPU Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah mulai melaksanakan sosialisasi tahapan pencalonan.

Dalam sosialisasi tersebut, rencananya bakal calon kepala dan wakil kepala daerah wajib menjalani tes swab sebelum pemeriksaan kesehatan.

Ketua KPU Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, Kamis (20/8/2020) mengatakan, sosialisasi telah dilakukan pihaknya pada hari Rabu (19/8/2020) bertempat di Gedung DPRD Bangli, Bali.

Pada sosialisasi tersebut, pihaknya mengungkapkan, tahapan pencalonan diawali dari penetapan syarat calon dan pencalonan, pada tanggal 28 Agustus.

Tips Menikmati Gorengan Tanpa Takut Risiko Kolesterol, Mau Coba?

Subsidi Air di Bangli Hanya Berlaku Hingga Bulan Agustus

Bocah 11 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Air Kuning Jembrana

“Berikutnya tahapan pendaftaran akan dilakukan tanggal 4 sampai 6 September. Selanjutnya akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dari tanggal 4 sampai 11 September,” ujarnya.

Mengingat tahapan Pilkada 2020 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, Pujawan mengatakan, ada kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan swab.

Bilamana dari hasil swab bakal calon dinyatakan negative, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan.

“Hal ini sempat disampaikan juga dalam acara webinar nasional yang dihadiri oleh KPU RI maupun Bawaslu RI. Disana juga disinggung bahwa banyak sekali usulan dari Kabupaten/Kota dan juga Provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pilkada, bahwa pelaksanaan pilkada karena pada situasi pandemi, maka dimaksukkan satu lagi pemeriksaan kesehatan berupa swab,” ungkapnya.

Sedangkan apabila bakal calon terpapar Covid-19, Pujawan mengaku belum mengetahui bagaimana proses selanjutnya.

Apakah akan didiskualifikasi atau seperti apa.

Sebab hingga kini aturan tersebut masih dalam proses penggodokan di Jakarta.

Sedangkan petunjuk teknis (juknis) pemeriksaan kesehatan sebelumnya, dibuat sebelum Pandemi Covid-19.

“Kami juga masih menunggu (aturannya). Sebab sesuai dengan protokol kesehatan, jika seorang warga positif terpapar Covid-19, pasti akan dilakukan karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari. Tentunya ini akan berimplikasi terhadap proses pemeriksaan kesehatan serta tahapan lainnya. Sebab pada tanggal 23 September merupakan tahapan penetapan pasangan calon ketika sudah memenuhi persyaratan, baik kesehatan ataupun administrasi,” jelasnya.

Namun demikian, imbuhnya, jika kedepannya usulan swab diberlakukan, pihaknya berharap pada seluruh figure yang akan diusung oleh partai agar mulai menjaga kesehatan.

Disamping juga rajin berolahraga serta tetap menerapkan protokol kesehatan pada saat bertemu dengan masyarakat. (*).

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved